Badai serangan siber kini tengah melanda dunia siber baik didalam maupun di luar negeri. Paling sedikit tercatat 79 negara telah terkena ransomware. Ransomware adalah salah satu jenis malicious software (malware) yang menyerang komputer koban dengan cara melakukan penguncian pada seluruh data yang ada di komputer korban. Untuk dapat mengembalikan datanya, biasanya terdapat petunjuk untuk memperoleh kunci yang digunakan untuk membuka file yang dikunci tersebut. Ransomeware jenis baru yang kini menyerang berbagai negara ini diberi nama Wannacry (dikenal pula dengan nama WannaCrypt, WanaCrypt0r, WCrypt, WCRYVector atau Wcry).

Wannacry ini memanfaatkan kelemahan yang ada pada Microsoft SMB yang ditemukan beberapa bulan yang lalu. Sehingga untuk saat ini, untuk mencegah malware tersebut silahkan melakukan update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoft (Lihat : https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx) atau menonaktifkan fungsi SMBv1 (silahkan ikuti tautan berikut: https://support.microsoft.com/en-us/help/2696547/how-to-enable-and-disable-smbv1,-smbv2,-and-smbv3-in-windows-vista,-windows-server-2008,-windows-7,-windows-server-2008-r2,-windows-8,-and-windows-server-2012 ).

Wannacry

Adapun beberapa langkah tambahan yang dapat dilakukan adalah:

  1. Melakukan pemblokiran pada port 139/445 & 3389
  2. Mencadangkan data secara rutin, mencadangkan data secara rutin akan membuat data lebih aman untuk disimpan dan jika terjadi suatu bencana maka kan mudah untuk mengembalikannya.
  3. Menampilkan ekstensi file yang tersembunyi, terkadang tanpa kita sadari bahwa file tersembunyi (hidden file) merupakan malware yang mungkin akan menyerang komputer kita.
  4. Melakukan filter file .exe yang dikirimkan melalui email, ekstensi exe merupakan file installasi untuk aplikasi yang ada di microsoft maka bisa jadi file tersebut adalah malware.
  5. Untuk sementara lakukan pemblokiran atau tidak mengakses file atau tautan berekstensi zip yang terpassword
  6. Gunakan Cryptolocker Prevention Kit, ini merupakan salah satu tools yang memungkinkan untuk mencegah ransomware menjalankan aksinya
  7. Nonaktifkan Remote Desktop Protocol yang secara otomatis menjadi service di sistem operasi kalian
  8. Silakan update software terbaru di komputer Anda.
  9. Gunakan tools antimalware dan segera update databasenya
  10. Segera matikan koneksi Anda baik dari Wifi maupun kabel jika mengenali adanya ransomware
  11. Gunakan system restore untuk mengembalikan file Anda jika ternyata terjangkit ransomware

Untuk saat ini belum ada cara untuk mengatasi komputer yang telah terkena malware ini, tidakan paling efektif adalah dengan cara pencegahan penyebaran malware tersebut.

Ricky

Infomed

Minimalisir Ancaman Siber BSSN Resmikan SumselProv-CSIRT

Palembang, BSSN.go.id - Menghadapi serangan yang berada di ruang siber, negara hadir melalui BSSN yang berperan aktif dalam upaya meningkatkan keamanan siber di Indonesia. BSSN terus berupaya memperbaiki kinerjanya dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang keamanan...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...