Jakarta (4/3). Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) merupakan upaya pemerintah menghadirkan negara dalam rangka mewujudkan tujuan didirikannya Republik Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia sebagaimana disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945 khususnya di ranah siber. Pendirian BSSN juga merupakan upaya pemerintah untuk mengonsolidasikan kebijakan keamanan siber untuk memperkuat keamanan nasional. Pelaksanaan keamanan siber menyesuaikan dengan sistem pertahanan yang diamanatkan oleh UUD 1945 yaitu sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BSSN, Hinsa Siburian, dalam keynotespeech pada pembukaan kegiatan Homeland Security (HLS) Indonesia Expo 2020 bertema Cybersecurity yang digelar di Jakarta Convention Center Jakarta pada 4-6 Maret 2020.

Namun demikian Hinsa menyatakan BSSN tidak bisa bekerja sendirian melaksanakan keamanan siber mengingat irisan pengelolaan dan penggunaan ruang siber melibatkan berbagai entitas. Hinsa menyebut kolaborasi seluruh komponen bangsa di tingkat nasional untuk mewujudkan keamanan siber adalah hal yang mutlak diperlukan. Hinsa menambahkan, asas kolaborasi pun juga berlaku dan dilakukan ditataran pergaulan antar bangsa di tingkat internasional. Ada kesepakatan pertukaran informasi, jika suatu negara menemukan informasi ancaman siber maka informasi tersebut harus disebarluaskan ke masyarakat internasional untuk menjadi perhatian bersama.

Hinsa menyatakan dahulu perang terjadi di darat, di laut dan di udara namun sekarang serangan peperangan dilancarkan melalui dunia siber namun dampaknya lagsung terasa di dunia nyata. Hinsa mengajak seluruh komponen bangsa untuk selalu waspada. Perang siber selalu diawali dengan masif munculnya konten-konten dengan tujuan untuk memecah belah masyarakat, mempengaruhi hati dan pikiran masyarakat secara luas sehingga terjadi konflik. Setelah terjadi konflik itulah, pihak lawan baru melanjutkan dengan upaya pendudukan fisik. Terkait dengan hal tersebut BSSN terus berupaya untuk menjaga kedaulatan Indonesia dengan selalu mewaspadai informasi yang beredar di dunia siber dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Hinsa juga memaparkan berbagai tugas, layanan serta kebijakan yang dimiliki BSSN dalam ajang pameran internasional tentang pertahanan dan keamanan serta ajang konferensi tentang strategi keamanan serta pameran berbagai inovasi alat untuk mengendalikan ketertiban serta melawan terorisme dan kejahatan yang diikuti oleh ratusan exhibitors dari Australia, Finlandia, Perancis, Jerman, Hongkong, Italia, Lithuania, Malaysia, Republik Belarus, Slovakia, Belanda, Inggris, Amerika Serikat dan Indonesia tersebut. Hinsa menghubungkan bagaimana seharusnya peran berbagai pihak seperti misalnya perusahaan swasta penyedia jasa dan alat keamanan, manufacturer, distributor hingga agensi penelitian dan pengembangan turut serta dalam mewujudkan keamanan siber.

Setelah acara pembukaan pameran dan konferensi selesai, Hinsa bersama rombongan berkeliling meninjau berbagai booth yang ada. Ketika Hinsa sampai di booth informasi BSSN, Hinsa menyatakan BSSN memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk lebih mengenal BSSN dan layanan pengamanan ranah siber melalui booth informasi yang digelar dalam kegiatan tersebut bersama dengan booth instansi lain yang memiliki tugas terkait keamanan seperti Imigrasi, BNN, Kepolisian dan lain sebagainya. Hinsa juga menyempatkan diri menyapa dan menjelaskan kepada pengunjung tentang BSSN sebagai salah satu instansi pemerintah yang memiliki tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat - BSSN

Implementasi Sertifikat Elektronik Perkuat Reformasi Birokrasi BSSN

Jakarta (12/3). Pengelola Reformasi Birokrasi (RB) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang terdiri Agen Perubahan, BSSN Muda dan Tim RB BSSN menyampaikan inovasi program RB di lingkungan BSSN dalam gelaran kegiatan "BSSN Reform Gathering: Tik Tok (Ngobrol Cantik Tak...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan