Mayoritas pengguna media sosial yang ada saat ini adalah Generasi Y atau Generasi Milenial (rentang usia 20-34 tahun) yang lahir sebagai digital native, di mana internet merupakan bagian penting pada kehidupan mereka. Namun masih banyak generasi milenial yang belum memiliki pengetahuan dan kesadaran mengenai bagaimana berakfitas dalam media sosial dengan bijak, sehingga penggunaannya banyak dimanfaatkan untuk penyebaran konten negatif, ujaran kebencian, hingga hoaks.

Menghadapi hal tersebut, BSSN berperan dalam hal pemantauan dan pengendalian untuk membentuk ekosistem yang aman pada lingkup siber. Upaya-upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam bermedia sosial, penanganan laporan atau aduan masyarakat terkait informasi yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, dan pembuatan rekomendasi pemblokiran situs/blog/media sosial terkait informasi yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Berangkat dari hal itu, BSSN menyelenggarakan kegiatan “Literasi Pengendalian Informasi dalam Rangka Penanggulangan Hoax pada Pemilu 2019” sebagi bentuk edukasi kepada masyarakat dengan memberikan pengetahuan dan kesadaran akan bahaya dampak penyebarluasan berita bohong atau hoaks melalui media sosial. Kegiatan ini digelar di Denpasar – Bali pada tanggal 26 Februari 2019 dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang usia dan profesi, mulai dari siswa sekolah menengah hingga masyarakat umum.

Dalam kegiatan ini hadir Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi, dan Forensik Digital, Bondan Widiawan sebagai narasumber dari BSSN dan Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Ketut Rudia, sebagai narasumber utama. Dalam presentasinya, Bondan Widiawan menyampaikan bahwa fenomena penyebarluasan hoaks juga dipengaruhi oleh algoritma bubble filter yang digunakan pada platform media sosial, sehingga memungkinkan pengguna hanya menerima informasi yang disukainya saja. Hal ini menyebabkan konten yang muncul berulang-ulang akan terinternalisasi sebagai kebenaran.

Selain itu, hadir juga narasumber lain dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) yang diwakili oleh Cahya Suryani, serta Niluh Djelantik yaitu seorang tokoh masyarakat Bali yang cukup vokal di media sosial. Kedepannya, kegiatan ini juga akan diselenggarakan di beberapa kota lain di Indonesia. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan literasi ini, pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahaya hoaks serta pentingnya memilah informasi di media sosial, dapat mendukung pesta demokrasi yang lebih aman. -jn-

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, BSSN

Serah Terima Jabatan Kepala BSSN

Jakarta, 24/5. Mayjen TNI (Purn) Djoko Setiadi melakukankan serah terima jabatan sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kepada Letjen TNI (Purn) Binsa Siburian di kantor BSSN, Ragunan, Jakarta.Mengawali acara serah terima jabatan Kepala BSSN ini Djoko...

Presiden Melantik Hinsa Siburian Menjadi Kepala BSSN

Jakarta(21/05) - Presiden Jokowi melantik Hinsa Siburian menjadi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara di Istana Negara pada hari Selasa, 21 Mei 2019. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Meko Polhukam, Menko Kemaritiman, Mensesneg, Seskab, Ketua...

BSSN menyelenggarakan Workshop Pengisian e-LHKASN

Jakarta(15/05) Bertempat di Auditorium Roebiono Kertopati, Inspektur BSSN Christianto Noviantoro membuka secara resmi kegiatan kegiatan Workshop e-LHKASN. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Mei 2019. Dalam Workshop tersebut hadir Heru Erlangga dari Kementerian...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This