Depok (21/7). Ditengah pandemi Covid-19 penggunaan internet mengalami peningkatan. Di ruang siber, isu terkait pandemi digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan. informasi yang berharga, termasuk data pribadi yang seharusnya aman terlindungi justru menjadi komoditas ilegal yang diperjual-belikan. Terkait dengan isu tersebut, dalam rangka memberikan literasi publik, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) turut mendukung kegiatan webinar “Menanti Ketegasan Komitmen Menjaga Keamanan Data Pribadi“ yang diselenggarakan oleh Alinea Forum pada hari Selasa (21/07/2020).

Kasubdit Penanggulangan dan Pemulihan Infrastruktur Informasi E-Business BSSN Lukman Nul Hakim dalam kapasitasnya sebagai narasumber pada kegiatan webinar tersebut menyatakan isu privasi kini menjadi hal yang sangat penting dan mendesak bagi masyarakat di seluruh dunia.

“Berbagai undang-undang dan keputusan pengadilan berupaya melindungi privasi. Dalam setiap konstitusi negara, privasi diabadikan sebagai hak konstitusional yang fundamental,” kata Lukman.

Lebih lanjut Lukman mengatakan “Sebagai inti aktifitas digital, data pribadi merupakan aset yang harus dilindungi dari penyalahgunaan. Keamanan data pribadi menjadi isu yang sangat penting di era digital ini. Isu tersebut tidak luput dari perhatian BSSN yang memang memiliki tanggung jawab melakukan pengelolaan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan dan mengonsolidasikan seluruh unsur yang terkait dengan keamanan siber di Indonesia,” ujar Lukman.

Menurut Lukman terdapat dua hal penting yang terkait dengan upaya perlindungan keamanan data pribadi. “Yang pertama adalah kolaborasi dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan keamanan siber dalam memperkuat kedaulatan data di Indonesia.”

“Yang kedua adalah filosofi kewaspadaan dan peran setiap individu yang dicetuskan oleh pendiri Persandian Indonesia dr. Roebiono Kertopati yang masih relevan sampai saat ini dan harus menyertai nafas dan jiwa kita yaitu ‘Kekhilafan satu orang saja cukup sudah meruntuhkan sebuah negara’,” tutup Lukman.

Kegiatan webinar diikuti oleh 44 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Turut berperan sebagai narasumber Anggota Komisi I DPR RI Abdul Kadir Karding, Kepala Biro Pengelola Informasi dan Dokumentasi Divisi Humas Polri Brigjen Pol M. Hendra Suhartiyono dan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Jamalul Izza.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Kapasitas Mandiri Organisasi Modal Pertama Hadapi Serangan Siber

Jakarta - BSSN.go.id (6/8). Terkait dengan keamanan siber, Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiyawan dalam diskusi dalam jaringan Cyber Security Workshop bertema “Data Protection and Data Regulations in Indonesia” yang...

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...