Jakarta, BSSN.go.id – Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional, Arisriyanto, mengatakan Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) menggelar kegiatan The 2021 Critical Information Infrastructure Cyber Exercise atau CII-Cyber Exercise guna meningkatkan kesadaran sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi tentang ancaman bahaya malicious software yang biasa disebut malware.

“Lewat The 2021 CII-Cyber Exercise kami ingin meningkatkan kapabilitas dan kesiapan dalam menangani insiden siber kepada institusi penyelenggara Infrastruktur Informasi Vital secara berkelanjutan. Mulai dari menguji kemampuan teknis hingga menganalisis serta penanganan, kami hadirkan dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka acara The 2021 CII-Cyber Exercise untuk sektor teknologi informasi dan komunikasi di salah satu hotel di bilangan Jakarta Selatan, Senin (5/4).

Critical Information Infrastructure Cyber Exercise merupakan agenda tahunan BSSN RI melalui Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional, dalam rangka meningkatkan kapabilitas dan kesiapan menangani insiden siber di institusi sektor Infrastruktur Informasi Vital (IIV) secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan The 2021 CII-Cyber Exercise kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini diselenggarakan dalam format Capture the Flag, peserta diberikan pertanyaan-pertanyaan kasus disertai bahan simulasi proses deteksi dan analisis insiden secara langsung (hands-on).

Aris mengatakan kasus yang diangkat dalam The 2021 CII-Cyber Exercise tersebut untuk sektor teknologi informasi dan komunikasi adalah malware.

“Kasus ini diangkat dengan pertimbangan sektor tersebut yang paling sering terkena insiden siber, dan salah satu insiden siber yang paling sering terjadi berupa serangan malware,” jelasnya.

Diangkat kasus tersebut, lanjut Aris, juga berdasarkan laporan Pusat Operasional Keamanan Siber Nasional BSSN RI, dimana sepanjang tahun 2020 terjadi serangan siber yang bersifat teknis meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2019 silam.

“Anomali traffic selama tahun 2020 itu mencapai 495.337.202 dan didominasi oleh serangan malware,” ucapnya.

The 2021 CII-Cyber Exercise sektor teknologi informasi dan komunikasi dilaksanakan selama dua hari, mulai dari tanggal 5-6 April 2021, dan para peserta diberikan pengantar kegiatan dan penjelasan skenario berikut paparan tentang persiapan penyelenggaraan cyber drill test dan diskusi dari pemateri BSSN, yakni Sandiman Ahli Madya Cholilah, Sandiman Muda Ina Werdyaningrum, dan Sandiman Muda Agus Maulana. (Rim/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

NGOPI RB: SPBE Series#3 Diskusi Peran BSSN dalam SPBE

Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar lanjutan NGOPI RB Series, dimanapada Series ke-3 ini, para narasumber dan peserta banyak berdiskusi terkait strategi BSSN dalam menjalankan amanah SPBE. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BSSN Sawangan,...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...