Jakarta, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara Repubik Indonesia (BSSN RI) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melakukan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama terkait Pemanfaatan Sertifikasi Elektronik pada sistem elektronik di Lingkungan BKKBN. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut dilakukan oleh Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Yoseph Puguh Eko Setiawan dan Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto di Ruang NKKBS Halim, Kantor BKKBN Jakarta, Kamis (16/9).

Dalam kesempatan tersebut Tavip Agus Rayanto menyatakan perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0. mengubah sistem konvensional menuju terdigitalisasi dan terotomatisasi sebagaimana misalnya dalam cloud computing dan internet of things yang dimanfaatkan sebagai alat untuk membantu aktivitas sehari-hari termasuk dalam pelayanan pemerintah.

Tavip menyatakan dalam upaya digitalisasi layanan pemerintah, Sertifikat Elektronik merupakan salah satu hal yang dibutuhkan dalam realiasai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018.

“Melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam layanan pemerintahan efisiensi, efektivitas transparansi dan akuntabilitas serta keamanan penyelenggaraan pemerintah akan meningkat,” ujar Tavip.

Pemanfaatan teknologi tersebut tentu sangat mendukung pelaksanaan tugas BKKBN, terutama yang saat ini diamanatkan oleh Presiden RI melalui Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting. “BKKBN yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana percepatan penurunan stunting, ditargetkan untuk mencapai penurunan angka prevalensi stunting menjadi 14 persen di tahun 2024, penurunan angka stunting ini merupakan tantangan tersendiri bagi BKKBN” tambah Tavip.

Lebih lanjut, Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Yoseph Puguh Eko Setiawan mengatakan BSSN menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terealisasinya prakarsa kerja sama Pemanfaatan Sertifikat Elektronik antara BKKBN dan BSSN, semoga ke depan BSSN dapat mendukung tugas pekerjaan yang dijalankan oleh BKKBN secara optimal.

“Selain itu, kerja sama ini merupakan salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi BSSN dalam menciptakan keamanan siber,” ujar Puguh.

Pemanfaatan Sertifikat Elektronik pada BKKBN salah satunya pada aplikasi perkantoran untuk menciptakan lingkungan kerja yang efektif dan efisien tanpa menyampingkan aspek perlindungan hukum dan keamanan, sehingga apabila terjadi pemalsuan pada dokumen yang ditandatangani secara elektronik menggunakan Sertifikat Elektronik, aplikasi akan memberikan informasi bahwa dokumen tersebut tidak valid.

“Saya berharap pemanfaatan Sertifikat Elektronik ini tidak terbatas hanya untuk Tanda Tangan Elektronik saja melainkan juga dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya seperti pengamanan informasi dan dokumen elektronik dengan memberikan jaminan autentikasi, keutuhan, dan kenirsangkalan,” imbuh Puguh.

Puguh juga berharap kerja sama pemanfaatan Sertifikat Elektronik tersebut dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan ruang lingkup kerja sama oleh seluruh pihak sehingga pengamanan sistem elektronik di BKKBN dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Sertifikasi Elektronik BSSN Jonathan Gerhard Tarigan, Koordinator Fungsi Hukum dan Kerja Sama BSSN Ferry Indrawan, Direktur Teknologi Informasi dan Data BKKBN Mahyuzar serta Jajaran pimpinan dan staf BKKBN dan BSSN dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. (De/Yud)

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN