Jakarta, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) resmi meluncurkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen PPN/Bappenas) di Jakarta, Jumat (19/11/2021).

Tim Tanggap Insiden Siber yang diberi nama Bappenas-CSIRT tersebut diresmikan oleh Kepala BSSN RI Hinsa Siburian dan Sekretaris Utama Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo mewakili Menteri PPN/Kepala Bappenas. 

Hinsa Siburian menyampaikan BSSN mendukung dan mengapresiasi eksistensi BAPPENAS-CSIRT yang sejatinya telah diinisasi melalui program asistensi serta penilaian Tingkat Maturitas Penanganan Insiden selama beberapa bulan terakhir.

Hinsa berharap BAPPENAS-CSIRT dapat terus berkolaborasi, bersinergi, dan berbagi informasi dengan seluruh stakeholder keamanan siber, terutama dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan sehingga Indonesia dapat memiliki visibilitas yang menyeluruh terhadap aset siber supaya aksi lebih cepat, baik waktu respon dan waktu pemulihan, sehingga penanggulangan menjadi lebih efektif dan efisien.

“Dengan tujuan tersebut, pembentukan CSIRT ini diharapkan dapat membentuk ruang siber BAPPENAS yang aman dan kondusif sehingga terciptanya kesejahteraan masyarakat di ruang siber,” kata Hinsa.

Diutarakannya lebih lanjut, launching ini merupakan awal untuk kita kedepan melakukan dan melaksanakan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan dari tim CSIRT ini.

“Kita berharap mulai tahun depan dalam program semua CSIRT yang sudah dibangun dan pelatihannya juga harus terus berkembang, karena itu akan terus bergulir,” ujar Hinsa.

Pembentukan CSIRT, sambungnya, ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), bahwa bagian unsur keamanan SPBE adalah penjaminan keutuhan, kerahasiaan, dan ketersediaan data dan informasi.

“Secara khusus pembentukan CSIRT ini kami harap dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BAPPENAS,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Bappenas, Himawan Hariyoga Djojokusumo mengatakan Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang berlangsung cepat serta meningkatnya kebutuhan layanan TIK di Kementerian PPN/Bappenas, potensi terbukanya celah keamanan dan risiko ancaman siber akan selalu ada.

“Potensi ancaman ini menjadi perhatian khusus bagi kami, dan pembentukan CSIRT menjadi salah satu strategi penting untuk mengantisipasi terjadinya risiko siber,” ujar Himawan.

Himawan juga mengucapkan terima kasih atas dukungan BSSN RI hingga terbentuknya Bappenas-CSIRT ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala BSSN RI dan seluruh jajaran pimpinan beserta staf yang telah memfasiltasi pembentukan Bappenas-CSIRT. Dan saya harapkan tim Bappenas-CSIRT dapat segera melaksanakan tugas dengan baik dan efektif, untuk menjamin keamanan siber dan keandalan layanan TIK di Kementerian PPN/Bappenas,” pungkasnya.

Hadir di acara ini dari BSSN RI Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Akhmad Toha, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat Budi R. Leman, Koordinator Kelompok Pengembangan Ekosistem Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat Sriyanto. Sedangkan dari Kemen PPN/Bappenas Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, Slamet Soedarsono, Kepala Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Mohammad Irfan Saleh, beserta jajaran staf dari kedua instansi.

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN