Jakarta, BSSN.go.id – Keamanan siber merupakan faktor yang mendukung inovasi, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial, apalagi di tengah pandemi virus Corona yang sedang melanda Indonesia. Tantangan demi tantangan serta  peluang di ruang siber akan terus berkembang, sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi intensif dari setiap elemen yang terlibat di dalamnya. Kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam membangun ruang siber Indonesia yang aman dan menyejahterakan.

Sebagai dunia atau domain baru, ruang siber menyimpan potensi dan peluang untuk kesejahteraan manusia. Tapi, didalamnya juga terdapat potensi dan ancaman nyata. Tercatat, pada periode Januari hingga November 2020, Badan Siber dan Sandi Negara telah mendeteksi serangan siber yang bersifat teknis sebanyak lebih dari 423.000.000 serangan. Jumlah tersebut lebih banyak hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan jumlah serangan di periode yang sama pada tahun 2019. Adapun bentuk serangannya cenderung menargetkan sistem informasi seperti phising, SQL injection, brute force attak, malware attack, Denial of Service dan Distributed Denial of Services.

Menyikapi dinamika yang terjadi di ruang siber tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI jakarta melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) meluncurkan Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dengan nama JakartaProv-CSIRT di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Mewakili Kepala BSSN, Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Yoseph Puguh Eko Setiawan menjelaskan bahwa CSIRT sebagai salah satu pelaksana keamanan siber di Indonesia merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber.

“Strukturnya terdiri atas CSIRT Nasional atau Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas), CSIRT sektoral pada pemerintahan, Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional dan Privat, serta CSIRT Organisasi,” ujar Yoseph.

Pembentukan CSIRT, ungkapnya lebih lanjut, sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dimana dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE disebutkan bahwa bagian unsur keamanan SPBE yaitu penjaminan keutuhan dan ketersediaan data dan informasi. Disinilah peran CSIRT sebagai penyediaan pemulihan dari insiden keamanan siber.

“Kami berharap agar CSIRT dapat mendukung penerapan SPBE di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yoseph, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 telah mengamanatkan kegiatan pembentukan 121 CSIRT sebagai salah satu proyek prioritas strategis (major project). Dimana tahun 2020 ini akan dibentuk sebanyak 15 CSIRT yang tersebar di kementerian, lembaga dan daerah (KL/D), termasuk Provinsi DKI Jakarta yang baru saja diluncurkan.

“JakartaProv-CSIRT merupakan CSIRT ke-13 yang diluncurkan setelah sebelumnya CSIRT KSP dibentuk pada 25 November 2020 lalu. Sampai dengan akhir tahun 2020 ini akan di launching dua CSIRT lagi di Kementerian lainnya,” kata Yoseph.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam menjalankan perannya sebagai CSIRT Nasional dan CSIRT Sektor Pemerintah, BSSN akan mendukung peningkatan kemampuan SDM CSIRT melalui program-program pelatihan, workshop, cybersecurity drill, serta program lainnya sebagai bekal pelaksanaan tugas CSIRT.

Sementara itu, Pejabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) DKI Jakarta, Sri Haryati menyampaikan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini secara tidak langsung mempercepat proses transformasi digital. Hal ini ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang kian meningkat signifikan.

Kondisi itu harus pula didukung dengan langkah pengamanan. Sebagai salah satu bentuk keseriusan dalam mengantisipasi serangan siber, Pemprov DKI Jakarta membentuk JakartaProv-CSIRT.

“Melalui JakartaProv-CSIRT, Pemprov DKI Jakarta berupaya merespon insiden keamanan yang terjadi dengan membangun, mengkoordinasikan, mengkolaborasikan dan mengoperasionalkan sistem mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan dan pemulihan terhadap insiden keamanan siber pada Pemprov DKI Jakarta,” urainya.

Acara yang digelar secara tatap muka dan virtual ini dihadiri oleh pejabat-pejabat daerah Provinsi DKI Jakarta antara lain Plt. Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari, Kepala Dinas Kominfo Provinsi DKI Jakarta Atik Nur Rahmania.

Sedangkan dari BSSN diantaranya Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Beriman Purba, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Wida Sandrayanti, Koordinator Kelompok Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah Wilayah I Sriyanto serta pejabat BSSN lainnya.

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – Badan Siber dan Sandi Negara

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...