Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Workshop Secure Coding for Startup Developer secara daring pada hari Rabu (17/02), workshop ini merupakan kegiatan seri ke-3 dari rangkaian kegiatan webinar bimbingan teknis penerapan keamanan informasi bagi pengembang startup digital. Seri pertama telah dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2021, dan seri ke-2 telah dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2021 yang lalu.

Masifnya serangan yang terjadi selama rentang waktu Semester I tahun 2020, tidak terlepas dari situasi pandemik Covid-19. Pembatasan kegiatan masyarakat di luar rumah menyebabkan banyak aktifitas dilakukan secara daring (online). Situasi tersebut dimanfaatkan oleh para peretas keamanan siber untuk mengambil keuntungan.

“Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusopkamsinas BSSN, jumlah serangan yang terjadi pada semester I tahun 2020 tercatat sebanyak 149.783.617, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 29.627.464 serangan, maka data tersebut menunjukan bahwa jumlah serangan yang terjadi meningkat sebanyak 5 kali lipat,” ungkap Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Retno Artinah Suryandari, pada saat membuka acara.

“Kegiatan workshop ini merupakan salah satu tindakan nyata dari BSSN terhadap tantangan dan ancaman keamanan siber di sektor ekonomi digital untuk mengedukasi para pengembang startup digital,” lanjut Retno.

Sektor ekonomi digital mempunyai potensi yang sangat besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Ekonomi digital Indonesia diprediksikan sebagai primadona di kawasan Asia Tenggara dan Global. Dalam laporan e-Economy South East Asia yang dihimpun Google, Temasek serta Bain & Company, diperkirakan kontribusi sektor ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 dapat mencapai 124 miliar US dolar.

“Mengingat besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang sudah disampaikan tadi, BSSN dalam hal ini Direktorat Proteksi Ekonomi Digital BSSN, sesuai dengan tugas dan fungsi, menaruh perhatian yang serius terhadap upaya penciptaan ekosistem ekonomi digital yang aman,” ujar Retno.

“Direktorat Proteksi Ekonomi Digital BSSN telah melaksanakan beberapa inisiatif program untuk memastikan penerapan aspek-aspek kabana siber pada sektor ekonomi digital diantaranya Penyusunan Panduan Teknis Keamanan Informasi, Asistensi Penerapan Proteksi Keamanan Informasi Sektor Ekonomi Digital, dan Workshop Penerapan Teknis Kemanan Informasi bagi Pengembang Aplikasi Startup Digital – Secure Coding seperti saat ini,” ungkap Retno sebelum menutup acara.

Kegiatan workshop ini sangat diminati terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti lebih dari 800 peserta dari berbagai kalangan pelajar, profesional, pengajar, pengusaha, PNS dan masyarakat lainnya. Workshop menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Alex Budianto, Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia dan Rendy Bustary, dari Cyber Army Indonesia. (Tyas/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

BSSN Publikasikan Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020

Jakarta, BSSN.go.id - BSSN menerbitkan hasil monitoring berbagai aspek dan parameter keamanan siber nasional tahun anggaran 2020 berjudul Laporan Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020 dalam kegiatan "Webinar Publikasi Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020"...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...

Aplikasi Bantu untuk Penyandang Disabilitas

Internet seharusnya mudah diakses oleh siapa pun, tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Untuk membantu melakukan kegiatan sehari-hari dalam menggunakan perangkat seluler penyandang disabilitas dapat memanfaatkan tiga fitur yang dikembangkan Google, yaitu...