Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, berbagai layanan publik telah terintegrasi dengan teknologi informasi. Pemerintah Indonesia selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penerapan SPBE ini, akan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan.

Pemanfaatan TIK untuk penyelenggaraan e-government juga diikuti oleh dampak negatif berupa ancaman kejahatan siber, dengan berbagai macam motif yang menjadi latar belakangnya. Ancaman siber ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kerentanan atau celah keamanan yang terdapat pada sistem e-government.

Pada tanggal 7 dan 8 November 2018 bertempat di Hotel Aston Simatupang Jakarta, Badan Siber dan Sandi Negara mengadakan Cyber Security Drill Test Sektor Pemerintah pesertanya dari BPPT, Mahkamah Konstitusi, Kemenlu, Kantor Staf Presiden, Kementrian Pertanian, ANRI, Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jabar, Pemprov Jateng, Pemprov Kalsel,  Pemprov Sulsel, Kemendagri, LAPAN dan Kemenristek Dikti.

BSSN memantau banyak sekali situs website milik pemerintah yang menjadi korban dari serangan web defacement. Web defacement adalah upaya yang dilakukan secara tidak sah untuk mengganti visual atau tampilan halaman utama website resmi milik pemerintah, sehingga dapat mengganggu layanan dan kredibilitas instansi pemerintah pemilik website tersebut.

BSSN mengajak stakeholder pemerintah agar bersama belajar dan berlatih sehingga siap dalam menanggulangi insiden keamanan siber khususnya insiden web defacement. Marsekal Muda TNI Asep Chaerudin, M.A.S.S dalam sambutannya  berharap, setelah kegiatan ini dapat terbentuk jalur komunikasi dan koordinasi yang baik, terbuka dan saling bersinergi antara BSSN dengan sektor pemerintah dalam rangka pengelolaan penanggulangan dan pemulihan insiden siber.

Selanjutnya Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN ini juga menegaskan, “Bahwa keamanan siber merupakan isu strategis setiap negara, kejahatan siber dapat terjadi melampaui batas-batas teritorial dan wilayah serta tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Oleh karena itu, keamanan siber merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak para peserta Drill Test untuk bekerja sama, berkoordinasi, berkomunikasi, dan bertukar informasi untuk dapat mengelola  keamanan siber secara bersama-sama sesuai dengan peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing”, tegasnya.

Drill test diawali dengan diskusi dan paparan oleh Bisyron Wahyudi dan Tim dari Id-SIRTII BSSN. Di akhir  kegiatan Drill Test selama 2 hari ini di umumkan peraih nilai terbaik drill tes yaitu Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan dari sektor Pemerintah Daerah yaitu dari Pemprov Jabar. (fmn)

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, BSSN

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This