Jakarta, BSSN.go.id – Direktur Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia, Intan Rahayu mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor energi dan sumber daya mineral untuk berkolaborasi dalam mengantisipasi ancaman serangan siber pada Obyek Vital Nasional (Obvitnas).

“Di era Industri 4.0 saat ini, gangguan atau kehancuran fisik terhadap infrastruktur vital bukanlah satu-satunya faktor ancaman yang dapat mengganggu operasional Infrastruktur Vital Nasional (IVN). Tapi faktor ketergantungan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), justru dapat memberikan dampak negatif dan masif bagi suatu fungsi vital pada kehidupan masyarakat atau negara,” kata Intan membuka sambutannya mewakili Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN pada Rapat Koordinasi Teknis Pengawasan Infrastruktur Informasi Vital untuk Sektor ESDM di Jakarta, Rabu (17/02).

Intan mengatakan, sektor Infrastruktur Informasi Vital (IIV) memiliki sifat yang saling ketergantungan (interdependensi) antar sektor, sehingga upaya kolaborasi dalam mengantisipasi ancaman serangan siber terhadap IIV menjadi hal yang penting bagi negara untuk melindungi warganya. Hal ini dikarenakan bermacamnya serangan siber yang muncul setiap saat dan menjadikan infrastruktur kritis sebagai target ancaman dan serangan siber.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, tersebut pada Pasal 24 ayat 2, Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menyediakan sistem pengamanan yang mencakup prosedur dan sistem pencegahan dan penanggulangan terhadap ancaman dan serangan yang menimbulkan gangguan, kegagalan, dan kerugian. Kemudian, pada ayat (4) ketentuan lebih lanjut mengenai sistem pengamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam peraturan kepala lembaga yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang keamanan siber.

“BSSN selaku lembaga pemerintah yang mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan kemanan siber, memandang penting terciptanya sinergitas dengan semua pemangku kepentingan di sektor energi dan sumber daya mineral,” ujar Intan dihadapan 26 perwakilan sektor ESDM yang hadir.

Lebih lanjut Intan menjelaskan, kegiatan ini memiliki esensi yang sangat tinggi dalam menyeragamkan langkah kedepan untuk mewujudkan keamanan siber di sektor ESDM. Selain terdapat sharing discussionberdasarkan pemaparan para narasumber dari Kementerian ESDM yang membahas perkembangan terkini dan peluang peningkatan kebijakan keamanan siber infrastruktur informasi vital, sarana diskusi ini menjadi bentuk kolaborasi dan sinergitas antara BSSN dengan kementerian dan lembaga lain di sektor ESDM.

Berikut penyampaian hasil akhir dalam Rapat Koordinasi Teknis Pengawasan Infrastruktur Informasi Vital Nasional (IIVN) pada Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral:

1. Di era digital, penggunaan IT dan OT di sektor ESDM berfungsi sebagai unsur utama Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dalam menjalankan keseluruhan proses bisnisnya.

2. Setiap PSE di sektor ESDM memiliki proses bisnis kritikal yang diperlukan mekanisme pengamanan terhadap ancaman siber.

3. Berdasarkan Peraturan BSSN Nomor 8 Tahun 2020 tentang Sistem Pengemanan pada Penyelenggara Sistem Elektronik, setiap PSE wajib melakukan kategorisasi sistem elektronik sesuai dengan karakteristik yang telah ditetapkan.

4. Risiko siber terhadap proses bisnis di Sektor ESDM yang paling signifikan yaitu terganggunya operasional yang dapat mengganggu proses layanan. Hal ini dapat dilihat juga dari isu global keamanan siber dan insiden siber di Sektor ESDM.

5. Telah dilakukan penetapan Obvitnas Sektor ESDM berdasarkan Kepmen ESDM No.159.K/90/MEM/2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 77K/90/MEM/2019 tentang Obyek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral dengan jumlah sebanyak 546 obvitnas termasuk pusat kendali sebanyak 35. Harapan kedepannya perlu menambahkan aspek keamanan siber.

6. Sub Sektor Ketenagalistrikan terus berupaya dalam penerapan Smartgrid untuk mengintegrasikan dan mengotomisasi sistem tenaga listrik, teknologi informasi, dan teknologi komunikasi.

7. Sub Sektor Energi baru terbarukan dan konservaasi energi berupaya dalam peningkatan kapasitas infrastruktur energi terbarukan pembangkit listrik. Tentunya perlu dikenali pemanfaatan IT/OT dalam proses bisnis/tahapan pelaksanaan pembangunan infrastruktur EBTKE sehingga dapat diprioritaskan aspek keamanannya.

8. Sub Sektor Minyak dan Gas Bumi terdapat infrastruktur untuk operasional maupun monitoring dalam eksplorasi, produksi, pengolahan dan distribusi minyak dan gas bumi yang tentunya perlu diperhatikan aspek keamanannya.

9. Operasional Obvitnas dan keamanan siber di Sektor ESDM antara lain: Pusat Kendali Ketenagalistrikan, Sistem Otomisasi dan Kontrol pada produksi Migas, Pusat Kendali Kilang, Sistem Supervisory Contron and Data Acquisition (SCADA), Sistem Monitoring Distribusi dan Stok BBM.

10. Tantangan saat ini dalam melakukan perlindungan infratruktur informasi vital yaitu aspek tata kelola, pola koordinasi dan kolaborasi, sumber daya manusia.

11. Penerapan kerangka kerja dan pengawasan perlindungan IIVN sektor ESDM dilakukan oleh Kementerian ESDM bersinergi dengan pengelolaan Obvitnas, Pusat Data & IT, dan Direktorat Teknik. (Rim/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN 

BSSN Publikasikan Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020

Jakarta, BSSN.go.id - BSSN menerbitkan hasil monitoring berbagai aspek dan parameter keamanan siber nasional tahun anggaran 2020 berjudul Laporan Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020 dalam kegiatan "Webinar Publikasi Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020"...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...

Aplikasi Bantu untuk Penyandang Disabilitas

Internet seharusnya mudah diakses oleh siapa pun, tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Untuk membantu melakukan kegiatan sehari-hari dalam menggunakan perangkat seluler penyandang disabilitas dapat memanfaatkan tiga fitur yang dikembangkan Google, yaitu...