Jakarta, 19/12. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan Diskusi Publik Strategi Keamanan Siber Indonesia (SKSI) bertempat di Hotel Aston Simatupang Jakarta Selatan.Acara yang yang diselenggarakan oleh Direktorat Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Resiko Ekonomi Digital dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, pelaku bisnis, asosiasi, komunitas dan praktisi yang berkaitan dengan isu kemanan siber di Indonesia serta mengundang narasumber antara lain Edmon Makarim, Ruby Alamsyah, dan Aryanto A. Setyawan.

Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Dharma Pongkrekun dalam sambutan menyampaikan Keamanan siber telah menjadi isu prioritas nasional bagi seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi semakin tinggi di berbagai aspek kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara, baik dalam aspek hukum, organisasi, ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, keamanan, pertahanan dan aspek lainnya. Berbanding lurus dengan tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tersebut, tingkat ancaman yang dapat terjadi juga semakin tinggi dan kompleks.

Pada saat ini terdapat tiga kelompok sektor strategis yang menjadi fokus dalam meningkatkan keamanan nasional dan 4 pertumbuhan ekonomi, yaitu Sektor Pemerintah, Sektor Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional dan Sektor Ekonomi Digital. Peran multistakeholder pada ketiga kelompok Sektor Strategis ini sangat penting dalam mendukung dan menciptakan lingkungan strategis dan penyelenggaraan sistem elektronik yang aman, andal dan terpercaya secara nasional, melindungi infrastruktur informasi kritikal nasional, memajukan dan menumbuhkan ekonomi digital dengan meningkatkan daya saing dan inovasi siber, serta membangun kesadaran dan kepekaan terhadap ketahanan dan keamanan nasional dalam ruang siber yang baik.

Strategi Keamanan Siber Indonesia disusun berdasarkan 4 (empat) Prinsip dasar yaitu Kedaulatan, Keamanan, Kolaboratif, dan Adaptif. Dengan prinsip dasar tersebut diharapkan dapat mencapai Tujuan Strategis yaitu mewujudkan ketahanan siber, meningkatkan kapabilitas siber, mengembangkan inovasi keamanan siber, kerangka hukum di bidang keamanan siber, kerjasama internasional dan diplomasi siber. Visi yang ingin dicapai dalam Strategi Keamanan Siber Indonesia adalah “Mewujudkan Ketahanan Siber Untuk Mencapai Keamanan Nasional dan Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.

Strategi Keamanan Siber Indonesia akan berlaku bagi setiap Lembaga Pemerintah maupun Publik di segala sektor seperti ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, hukum dan penegakan hukum, teknis, diplomatik, militer, dan intelijen. Pendekatan yang terintegrasi ini pada dasarnya harus didukung oleh Kepemimpinan yang kuat pada Tingkat Tinggi Pemerintahan. Dengan acara ini diharapkan mendapatkan masukan dan tanggapan dari para peserta terhadap rancangan Perpres maupun action plan SKSI. (mw/jr/sk)

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Humas

Halal Bihalal Keluarga Besar BSSN

JAKARTA, Ratusan pegawai Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia dan tamu undangan dari instansi lain melaksanakan halal bihalal bersama Kepala BSSN Hinsa Siburian di halaman Gedung A kantor BSSN. Hinsa tampak didampingi oleh istrinya. Pantauan Tim...

MUDIK BERSAMA KORPRI BSSN

(01/06) Jakarta. Korpri Badan Siber dan Sandi Negara mengadakan kegiatan mudik bersama yang diikuti oleh 200 orang peserta dengan tujuan berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Kegiatan mudik ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Korpri BSSN...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This