Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara (Deputi III BSSN) menyelenggarakan kegiatan Workshop Kajian Peta Jalan Kapabilitas Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Nasional pada hari Selasa-Kamis , 11-13 Desember 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan peta jalan (guidance) bagi BSSN dalam mencapai tujuan yang telah disusun dalam renstra.

Workshop ini dibuka oleh Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Asep Chaerudin,yang dalam sambutannya menyatakan bahwa  kegiatan manajemen insiden keamanan informasi merupakan salah satu unsur penting yang harus diperhatikan dan dilaksanakan.

Sejalan dengan itu pula, dalam rangka mendukung pelaksanaan administrasi dan teknisnya diperlukan suatu organisasi atau tim yang menangani insiden keamanan tersebut, yang sering disebut dengan CSIRT. Dalam istilah lainnya, sering dikenal dengan sebutan CERT atau Computer Emergency Response Team.

Melalui manajemen insiden keamanan siber dan peran CSIRT tersebut, akan tergambar sejauh mana kapabilitas suatu organisasi dalam penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber. Hasil dari manajemen insiden ini tentu sangat berkaitan erat dengan proses keberlanjutan bisnis suatu instansi atau organisasi. Atas dasar hal itu, BSSN memandang perlu dan penting untuk melakukan kajian peta jalan kapabilitas CSIRT nasional, dengan melibatkan konsultan dan praktisi teknologi informasi.

Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh pejabat struktural dan perwakilan dari unit-unit teknis BSSN, namun juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari stakeholder BSSN, di antaranya adalah Bank Indonesia, BNI, BRI, Pindad, RSCM, RSPAD, dan lainnya.

Kepala Pusat Penelitian Keamanan Informasi  Univ.Gunadarma Avinanta Tarigan, dan Kepala Bidang Tata Kelola Pusopkamsinas BSSN Rudi Lumanto menjadi narasumber di sesi pertama dan kedua yang dipandu oleh moderator Ahmad Tantawi. Di sesi berikutnya, Firdaus Kifli dari Deputi II BSSN memberikan paparan tambahan tentang Information Sharing and Analysis Center (ISAC), terutama mengenai perbedaan fungsi dan perannya dengan CSIRT.

Melalui kegiatan ini diharapkan adanya diskusi serta berbagi saran dan masukan untuk menyusun kebijakan berupa peta jalan kapabilitas penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber yang nantinya menjadi acuan bagi BSSN beserta seluruh stakeholder.

jr

Biro Hukum dan Humas, BSSN

Masyarakat Mataram Antusias Mengikuti Literasi Keamanan Siber

(16/03) Mataram. Masyarakat Mataram antusias mengikuti kegiatan literasi keamanan siber yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Jumlah peserta melebihi target yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Kegiatan literasi dilaksanakan di...

BSSN AJAK MASYARAKAT UNTUK MENANGGULANGI HOAKS PADA PEMILU 2019

Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat. Ragam persiapan pun telah disiapkan oleh lembaga penyelenggara pemilu. Namun, menjelang perhelatan tersebut semakin banyak hoaks yang beredar. Hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh beberapa hal seperti...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This