Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) turut hadir pada Webinar yang bertajuk E-Commerce and Its Challenges in the Globalization secara virtual pada hari Jumat (19/02), webinar ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Romania.

Menurut The Economis nilai barang yang dijual secara daring meningkat dua kali lipat setiap tahun sejak tahun 2015. Sektor e-commerce telah berkembang di seluruh Asia Tenggara, dan Indonesia menjadi yang terdepan.

Namun demikian, semua perkembangan teknologi dan ekonomi yang datang, bersamaan dengan salah satu tantangan terbesar era digital yaitu penipuan online seperti situs web palsu, toko online dan jenis penipuan online lainnya.

Dalam hal ini BSSN melalui Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN yang diwakili Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah, Hasto Prastowo menjadi salah satu narasumber perwakilan dari Indonesia untuk memberikan paparan dengan tema “Challenges In The Perspective of Security and Regulation in Indonesia”.

 

“Situasi pandemi covid-19 mengakibatkan penggunaan internet semakin intensif diiringi dengan kenaikan jumlah serangan siber, tercatat selama periode 19 April s.d. 17 Mei 2020 jumlah aktivitas malware terbanyak yaitu pada tanggal 30 April 2020 yaitu mencapai 1.312 dan tanggal 11 Mei 2020 sebanyak 1.313,” ungkap Hasto, dalam salah satu paparannya.

“Metode serangan siber menggunakan malware tercatat paling banyak digunakan dalam lingkup global, hackmagedon mencatat 39% dari top distribusi serangan siber dunia merupakan serangan menggunakan malware. Serangan malware masih menduduki peringkat pertama dalam serangan siber global,” lanjut Hasto.

Berdasarkan data hasil pemantauan serangan siber mulai tanggal 1 Januari s.d. tanggal 29 Oktober 2020 terjadi peningkatan serangan sebanyak 256% dibanding tahun lalu.

“Terdapat 3 (tiga) isu utama terkait ekonomi digital yang teridentifikasi pada tataran globa yaitu Lokalisasi Data (Data Localization), Hak atas Kekayaan Intelektual/HAKI Digital (Digital Intellectual Property Rights), dan Pajak Digital (Digital Taxation),” ujar Hasto.

Indonesia mengalami transformasi digital yang cukup pesat dalam kurun waktu 1 dekade terakhir dan diprediksi akan terus berkembang dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh penggunaan teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perkembangan Global Security Index (GCI) Indonesia cukup signifikan dari peringkat 69 tahun 2017 menjadi peringkat 41 pada tahun 2018 dari 193 negara. Karena perkembangan tersebut, International Telecommunication Union (ITU) memasukkan Indonesia ke dalam kelompok negara yang berkomitmen tinggi dalam penanganan keamanan siber.

Sejalan dengan hal tersebut BSSN mempunyai visi terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong. Selain itu BSSN mempunyai tujuan strategis diantaranya terwujudnya keamanan siber nasional untuk mencapai keamanan nasional dan peningkatan perekonomian nasional, dan terwujudnya kapabilitas siber kelas dunia.

Pemangku kepentingan keamanan siber Indonesia terdiri dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat/komunitas yang disebut sebagai Quad Helix. Quad Helix tersebut saling berinteraksi untuk mencapai tujuan strategi keamanan siber. Oleh karenanya, peran dan tanggung jawab keamanan siber berada pada seluruh lapisan masyarakat.

Selain Duta Besar RI untuk Romania, H.E. M. Amhar Azeth sebagai keynote speaker, turut hadir juga sebagai narasumber diantaranya: Digital Economy Law Expert Universitas Padjadjaran, Dr. Danrivanto Budhijanto, VP Cluj IT Cluster & CEO Arxia, Daniel Homorodean, e-commerce Law Expert, Bogdan Manolea. (Tyas/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

BSSN Publikasikan Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020

Jakarta, BSSN.go.id - BSSN menerbitkan hasil monitoring berbagai aspek dan parameter keamanan siber nasional tahun anggaran 2020 berjudul Laporan Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020 dalam kegiatan "Webinar Publikasi Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020"...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...

Aplikasi Bantu untuk Penyandang Disabilitas

Internet seharusnya mudah diakses oleh siapa pun, tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Untuk membantu melakukan kegiatan sehari-hari dalam menggunakan perangkat seluler penyandang disabilitas dapat memanfaatkan tiga fitur yang dikembangkan Google, yaitu...