Jakarta (22/6). Seiring dengan semakin banyaknya layanan publik yang didigitalisasi, kini pertukaran dan lalulintas data pribadi semakin sering dan mudah untuk dilakukan. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat cepat begitu juga dengan upaya eksploitasi kerentanan teknologi tersebut. Serangan siber semakin sering menyasar sistem informasi layanan publik yang sudah terdigitalisasi sehingga kini perlindungan data pribadi menjadi kebutuhan yang mendesak. Isu diperjualbelikannya dan beredarnya data pasien Covid-19 yang diduga merupakan bagian dari database nasional penanggulangan pandemi Covid-19 yang diretas menambah panjang daftar isu yang perlu segera diungkap dan diselesaikan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN Anton Setiyawan yang juga merupakan Juru Bicara BSSN menyatakan “Database pengelolaan penanggulangan pandemi Covid-19 nasional itu ada di Kementerian Kesehatan dan itu dijaga oleh beberapa stakeholer termasuk yang memimpin untuk keamanannya adalah dari BSSN. Mereka bekerja untuk melindungi database nasional tersebut.”

“Ketika isu ini bergulir, memang kita coba cek lagi secara keseluruhan dan dari kondisi yang ada, kita tidak menemukan adanya akses yang tidak sah terhadap database pengelolaan pandemi Covid-19 pusat yang berada di Kementerian Kesehatan,” jelas Anton dari ruang kerjanya di kantor BSSN Ragunan ketika menjadi narasumber dalam acara Profit CNBC TV, hari ini Senin 22 Juni 2020.

“Kita coba telusuri juga apa yang ada di forum-forum tersebut, kita melihat struktur data, kita melihat asalnya dari mana, tim BSSN sedang bekerja untuk mencoba mencari tahu.”

“Proses dalam pengumpulan data itu kan dimulai dari tingkat yang paling bawah dari masyarakat, ada puskesmas ada rumah sakit, bahkan ada pihak-pihak swasta yang melakukan rapid test, itu kan mereka juga mengumpulkan data pribadi dari yang melakukan tes tersebut. Jadi sangat sangat luas (pesebaran datanya),” jelas Anton.

“BSSN untuk (penanggulangan) Covid-19 ini mengamankan database yang  (sudah)  terkumpul secara terpusat di Kementerian Kesehatan,” tambah Anton.

“Sekarang tim BSSN sedang berupaya untuk menelusur ke bawah, sampai pada tingkatan bagaimana tata kelola dari informasi yang dibawah, supaya jangan sampai yang diatas itu sudah kita amankan dengan baik tetapi dalam proses dibawahnya ternyata ada kerentanan-kerentanan yang mungkin tidak tertutup sehingga bisa dieksplorasi oleh pihak-pihak luar” ujar Anton.

“Sejak dua bulan yang lalu kita sudah melakukan pengamanan terhadap sistem yang ada di Kementerian Kesehatan, kalau sistem yang ada di pusat kita jamin aman. Sebagai tindak lanjut untuk menanggulangi permasalah ini secara nasional, BSSN berkolaborasi dan berkoordinasi dengan teman-teman di daerah yang memang mengumpulkan datanya dari sana.”

“Karena kita melihat sample-nya pun bukan (seperti) data yang ada di pusat, struktur datanya juga berbeda. Ketika peretasan tersebut benar terjadi, maka pihak kepolisian yang akan melakukan tindakan dan melakukan investigasi yang lebih mendalam lagi,” tutup Anton.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan HubunganMasyarakat – BSSN

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...