Jakarta, BSSN.go.id – Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiawan, menjadi pembicara dalam 2020 APEC SME Cyber Security Forum bertema “Membangun Keamanan Siber Sektor Usaha Kecil dan Menengah dalam Transformasi Digital Indonesia Melalui Penilaian Mandiri Keamanan Informasi” yang dilaksanakan secara daring dari Korean Selatan pada Jumat (13/11).

Dalam kesempatan tersebut, Anton berbagi informasi mengenai perangkat pengukuran pengelolaan keamanan siber sektor UKM yang disusun oleh BSSN, khususnya dalam rangka transformasi digital bangsa Indonesia menuju era Industry 4.0.

“BSSN menyusun alat pengukuran pengelolaan keamanan siber sebagai penunjang pembangunan kapasitas keamanan siber UKM bernama Penilaian Mandiri Keamanan Informasi atau yang lebih dikenal dengan singkatan PAMAN KAMI. Program ini merupakan kerja sama antara BSSN dengan Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Anton.

Anton menyatakan Sektor UKM di Indonesia merupakan pilar ekonomi nasional yang sangat penting dan akan menjadi tumpuan masa depan ekonomi Indonesia. Jaman terus berganti, Revolusi Industri 4.0 secara tidak langsung menuntut pelaku UKM memahami dan menguasai proses digitalisasi, salah satunya dengan memanfaatkan online platform dalam memasarkan produk.

“Pemerintah melalui kementerian terkait mendorong pelaku UKM di Indonesia untuk go digital melalui program UKM Go Online dengan cara memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi bisnis. Tentu ada tantangan yang akan dihadapi oleh pelaku UKM ketika mulai go digital, tidak hanya terkait pemasaran tetapi juga ancaman serangan siber,” ungkap Anton.

Anton menyatakan data yang dihimpun oleh Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional BSSN pada tahun 2019 dan 2020 menunjukkan peningkatan jumlah serangan siber yang cukup signifikan. Anton menyatakan untuk menghindari terjadinya insiden siber perlu pemahaman pentingnya keamanan siber bagi para pelaku UKM yang sudah go digital dalam menjalankan bisnisnya.

Anton menjelaskan PAMAN KAMI dapat digunakan oleh pelaku UKM sebagai langkah awal memeriksa status keamanan sistem informasi usaha yang digunakan, sebagai langkah paling awal dalam menentukan upaya pencegahan maupun penanggulangan insiden serangan siber.

“PAMAN KAMI merupakan solusi praktis bagi UKM untuk mengukur tingkat keamanan sistem informasi milik pelaku UKM di Indonesia. PAMAN KAMI sangat generik sehingga pedoman penilaian ini juga dapat digunakan pada negara dengan profil yang mirip dengan Indonesia,” ungkap Anton.

“Program PAMAN KAMI berfokus pada 25 langkah keamanan informasi. Perumusan berbagai langkah keamanan yang ditera dalam instrumen tersebut disusun berdasarkan Cybersecurity Framework yang terdiri dari Identifikasi, Proteksi, Deteksi, Respon dan Pemulihan,” tambah Anton.

2020 APEC SME Cyber Security Forum menghadirkan pembicara dari berbagai negara diantaranya pendiri Veramine Inc. Lan Nguyen; Ketua bersama CAAP, Anggota AiSP EXCO, Asosiasi Profesional Keamanan Informasi, Tony Low; CEO, Openfind Information Technology Inc. Ivan Liao; Konsultan Keamanan Pusat Koordinasi Tim Tanggap Darurat Komputer Hong Kong Lawrence Law; Co-Founder CyCraft Technology Corporation Benson Wu; dan Profesor Universitas Otonomi Nasional Meksiko, Becerril Anahiby.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...