Jakarta (8/11) – Pada tanggal 8 November 2018, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Ruang Hening, Gedung Soedirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta. Penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala BSSN Djoko Setiadi dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto. MoU ini merupakan landasan berbagai kerja sama penguatan sistem teknologi informasi di lingkungan TNI melalui implementasi teknologi keamanan siber dan persandian.

Di awal sambutan Kepala BSSN menyampaikan pada saat ini perkembangan teknologi yang begitu pesat dengan pemanfaatannya dalam berbagai aspek kehidupan. Dimana ancaman non militer memiliki potensi yang dampaknya terhadap keamanan pertahanan negara sangan besar. Salah satu bentuk ancaman munculnya hybrid warfare yaitu strategi perang yang menggabungkan antara perang konvensional dengan perang informasi dan perang siber. Serangan siber yang dilakukan oleh penyerang memiliki tujuan yang pada umumnya menargetkan informasi sebagai aset yang strategis dan berharga. Oleh sebab itu dibutuhkan jaminan keamanan informasi terhadap kerahasiaan, keutuhan, ketersediaan, keotentikan, dan nir penyangkalan dari informasi yang dikelola.

BSSN sebagai Lembaga pemerintah yang memiliki tugas dan wewenang dalam bidang siber dan persandian siap memberikan dukungan pengamanan teknologi di ruang siber pada lingkungan pemerintah, infrastruktur informasi kritikal nasional, dan ekonomi digital, termasuk pada bidang pertahanan dan keamanan. Bidang pertahanan dan keamanan merupakan salah satu bidang strategis yang tentunya dapat menjadi target serangan, baik serangan yang dilakukan oleh individu, komunitas, bahkan negara. Penyerang yang disponsori oleh negara merupakan penyerang yang paling membahayakan karena  memiliki sumber daya yang tidak terbatas yang disediakan oleh negara. TNI sebagai institusi yang memilik aset strategis terkait keamanan dan pertahanan negara, harus senantiasa memperhatikan keamananan siber dalam kerangka menjaga kedaulatan nasional. Maka dari itu perlu ditunjang dengan pertahanan siber yang kuat.

Menanggapi sambutan Kepala BSSN, Panglima TNI bahwa saat ini kita tengah memasuki era baru, yaitu revolusi Industry 4.0, dimana teknologi informasi dan komunikasi menjadi tumpuan utama dalam berbagai kegiatan industri dan bisnis menuntut kesiapan negara agar dapat terus bersaing di lingkup global. Pemerintah telah meresmikan roadmap menuju era baru industri 4.0 yang disebut dengan Making Indonesia 4.0. Hal ini memerlukan ketahanan siber yang dapat dijalankan dengan adanya 3 unsur yakni jaringan, konten, dan aplikasi. Apabila salah satunya tidak ada, maka siber tidak berjalan.

Untuk menjalankan roadmap tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen dan dapat berpartisipasi aktif untuk bersama-sama mengejar kesiapan dalam memasuki era baru tersebut, termasuk didalamnya instansi pemerintah dan didalamnya ada unsur TNI. Maka dari itu TNI perlu untuk bekerjasama dengan BSSN dalam penguatan keamanan siber dan persandian. Dengan  persandian yang kuat, maka akan menjadi langkah awal menuju pertahanan dan keamanan siber nasional yang kuat. (mw/ndn)

Area Diskusi dan Kerjasama BEC II

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Humas

BSSN Selenggarakan National Internet Security Days 2018

Jakarta (13/11) – Pada tanggal 13 November 2018, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan National Internet Security Days (NISD), di JS. Luwansa, Jakarta. Acara ini dibuka oleh Deputi Penanggulangan dan Pemulihan BSSN Asep Chaerudin, dan dihadiri oleh...

KUNJUNGAN INDUSTRI ICT JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNISSULA KE BSSN

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menerima kunjungan industri mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang yang bertempat di Auditorium Roebiono Kertopati BSSN, pada Senin, 12 November 2018. Kunjungan tersebut dimaksudkan...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This