Jakarta, bssn.go.id – Setelah memperoleh BKN Awards dalam kategori penilaian kompetensi, kini BSSN kembali menerima penghargaan melalui pencapaian hasil akreditasi dengan kategori A untuk penyelenggaraan penilaian kompetensi. Penyerahan hasil akreditasi dilakukan oleh Plt Kepala BKN, Bima H. Wibisana kepada Sekretaris Utama BSSN, Syahrul Mubarak, pada Rabu, 15 September 2021 bertempat di Aula Badan Kepegawaian Negara, Jakarta.

Pengakuan kelayakan/akreditasi menurut Peraturan BKN Nomor 26 Tahun 2019 adalah bentuk pengakuan yang dipublikasikan terhadap kualitas dan kelayakan lembaga/unit/satuan kerja yang melakukan Penilaian Kompetensi bagi ASN pada instansi pemerintah, yang ditetapkan dalam bentuk Keputusan dan pemberian Sertifikat Pengakuan Kelayakan oleh Instansi Pembina Penilaian Kompetensi. Pengakuan kelayakan ini berlaku selama 5 tahun, mencakup unsur organisasi, sumber daya manusia, metode dan pelaksanaan penilaian kompetensi. Penyelenggara Penilaian Kompetensi dengan pengakuan kelayakan (akreditasi) kategori A dapat melakukan penilaian kompetensi paling tinggi jabatan pimpinan tinggi Pratama atau jabatan fungsional yang setara. Pengakuan kelayakan kategori A memiliki rentang nilai antara 88,1 (delapan puluh delapan koma satu) sampai dengan 100 (seratus), dalam rentang nilai tersebut BSSN memperoleh nilai 98,25.

BSSN memiliki komitmen terhadap penilaian kompetensi pegawai karena BSSN sangat menyadari pentingnya penerapan sistem merit di BSSN agar manajemen karir PNS dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, infrastruktur penilaian kompetensi juga selalu dikembangkan, seperti sumber daya manusia, metode penilaian, sistem informasi dan sarana prasarana.

Jumlah pegawai yang mengikuti penilaian kompetensi juga semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan ini semakin terasa penting karena penilaian kompetensi menjadi bagian dari penilaian reformasi birokrasi dan penilaian sistem merit. Tindak lanjut pemanfaatan hasil penilaian kompetensi terus dilakukan melalui berbagai kesempatan. Pemanfaatan yang signifikan diantaranya seleksi terbuka, permintaan konseling feedback oleh pegawai, dan analisis kebutuhan pengembangan kompetensi.

BSSN menyadari bahwa akreditasi bukan semata-mata pencapaian peringkat atau nilai, namun lebih dari itu akreditasi merupakan tekad seluruh pihak di BSSN untuk mencapai kualitas terbaik dalam penilaian kompetensi pegawai. (Ty/Yud)

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN