Jakarta, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam peluncuran tim tanggap insiden keamanan siber di lingkungan Kemenkominfo yang dinamakan Kominfo-Computer Security Incident Respons Team (CSIRT) yang diresmikan di Jakarta, Jumat (2/7).

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Hinsa Siburian, menjelaskan peran pokok BSSN dan Kominfo sangat erat kaitannya dalam menjaga ruang siber, seperti istilahnya Kominfo membangun, dan BSSN mengamankan.

“BSSN dan Kominfo seperti uang yang mempunyai dua sisi, Kominfo beserta tim dengan swasta dan kementerian yang lain tentu ada proses pembangunan yang dikomandani oleh Kominfo. Ketika sudah dibangun, tentu perlu pengamanan, untuk mengamankan itulah perlu kehadiran dari BSSN. Jadi, Kominfo dengan BSSN ini tidak bisa dipisahkan jika dilihat dari sisi tugas pokoknya,” ungkap Hinsa pada saat membuka sambutannya secara virtual.

“Dalam menghadapi insiden siber yang terjadi di dunia siber seperti hacking, social engineering dan human error, diperlukan kerjasama dan kolaborasi dari berbagai pihak,” papar Hinsa.

Kemudian Hinsa juga menjelaskan bahwa sistem serang dalam ruang siber dikenal memiliki dua sifat, yakni serangan bersifat teknis dan serangan bersifat sosial. 

“Serangan bersifat teknis anatara lain adalah Distributed Denial of Service (DDOS) phising, malware dan sebagainya, Brute Force. Serangan inilah yang menjadi tugas utama dari apa yang kita launching hari ini, atau apa yang menjadi bisnis utamanya CSIRT,” lanjut Hinsa.

Sedangkan yang bersifat sosial, Hinsa menjelaskan bahwa ranah tersebut menjadi tugas Kementerian Kominfo untuk menangkal maraknya hoaks dan disinformasi.

“Tugas pokok dari (Kominfo-CSIRT) ini adalah serangan yang bersifat teknis, karena jika serangan yang bersifat teknis ini menyerang  akan mengganggu dan berdampak pada infrastruktur yang lain, karena semua sudah terhubung dan sudah tersambung,” tandas Hinsa.

Kominfo-CSIRT sejatinya telah mulai diinisasi melalui program asistensi disertai dengan penilaian Tingkat Maturitas Penanganan Insiden sejak tahun 2019. Dalam menjalankan perannya sebagai salah satu CSIRT Sektor Administrasi Pemerintah, kemampuan SDM Kominfo-CSIRT harus selalu ditingkatkan sebagai bekal pelaksanaan tugas sebagai anggota Kominfo-CSIRT.

“Peningkatan kualitas SDM CSIRT dapat dilakukan melalui program-program pelatihan, workshop, cybersecurity drill serta program lainnya. Dan nantinya Kominfo-CSIRT dapat terus  berkolaborasi, bersinergi, serta berbagi informasi dengan seluruh stakeholder keamanan siber,  terutama dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber sehingga Indonesia dapat memiliki visibilitas yang menyeluruh terhadap aset siber, guna melakukan aksi respons yang lebih cepat dan pemulihannya lebih efektif dan efisien terhadap insiden siber,” tutup Hinsa.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba memberikan sambutan secara virtual dan mengatakan bahwa Kominfo-CSIRT memiliki tiga tujuan utama, antara lain mewujudkan ketahanan siber yang handal dan profesional, melakukan koordinasi dan kolaborasi layanan keamanan siber, serta membangun kapasitas sumberdaya keamanan siber.

“Kementerian Kominfo tahun ini dengan fasilitas BSSN membentuk Kominfo-CSIRT. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Kepala BSSN dan seluruh tim di BSSN,” jelasnya.

Kemudian Sekjen Mira menyatakan Kominfo-CSIRT akan berperan sebagai wadah koordinasi antar unit dan atau pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Kominfo terkait dengan keamanan informasi.

Kegiatan peluncuran Kominfo-CSIRT dihadiri oleh Deputi Penanggulangan dan Pemulihan BSSN Mayjen TNI Yosep Puguh Eko Setiawan, Kepala PDSI Kementerian Kominfo Irawati Tjipto Priyanti, dan Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah BSSN Hasto Prastowo dan undangan lain secara terbatas serta dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan sesuai dengan aturan. (Tya/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...