Jakarta, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) melalui Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) memfasilitasi layanan sertifikat elektronik pada sistem elektronik di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Melalui layanan pemanfaatan sertifikat elektronik pada sistem elektronik untuk BNPB, kami berharap BSSN RI menjadi solusi dalam proses penerapan digitalisasi dokumen di lingkungan BNPB,” kata Deputi Bidang Proteksi BSSN RI, Akhmad Toha dalam sambutannya di acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BSSN RI dengan BNPB tentang Pemanfaatan Sertifikat Elektronik pada Sistem Elektronik di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Akhmad Toha menyampaikan layanan tersebut dipastikan bahwa informasi elektronik tidak akan diketahui atau bocor kepada pihak yang tidak berhak mengetahuinya, lalu pihak yang mengirimkan atau membuat informasi elektronik tidak dapat menyangkal, kemudian memastikan informasi elektronik tidak akan mengalami perubahan atau modifikasi baik selama disimpan maupun dikirim utuh.

Akhmad Toha menambahkan Tanda Tangan Elektronik dibuat dengan kriptografi kunci publik. Dimana mekanisme ini memanfaatkan dua buah kunci yang berbeda namun saling berkaitan secara matematika, yakni kunci publik dan kunci privat.

“Kunci publik dapat diberikan atau diakses oleh siapapun dan digunakan oleh pihak lain untuk melakukan verifikasi atau validasi atas tanda tangan elektronik yang kita buat, sedangkan kunci privat harus dijaga kerahasiaannya atau hanya pemilik kunci saja yang dibolehkan mengetahui dan mengakses kunci tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk memastikan data yang akan ditanda tangani secara elektronik tidak mengalami pengubahan dapat diambil nilai hashnya. Nilai tersebut dihasilkan dari proses hashing ataumessage digest yang sifatnya berbeda antara satu dengan lainnya pada setiap dokumen elektronik. Nilai hash itu kemudian di enkripsi menggunakan kunci privat dari pemilik dokumen, itulah yang disebut dengan tanda tangan elektronik.

“Pada umumnya, tanda tangan elektronik disertakan pada dokumen asli untuk mempermudah proses verifikasinya,” ujar Akhmad Toha.

Kemudian, urainya lebih lanjut, untuk memverifikasi tanda tangan elektronik dilakukan dengan cara mendekripsi tanda tangan elektronik menggunakan sertifikat elektronik dari pemilik dokumen sehingga dihasilkan nilai hash data awal. Nilai hash tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai hash dari data yang ditempelkan tanda tangan elektronik, apakah sama atau tidak.

“Jika nilai hash tersebut sama, maka dapat dipastikan data tersebut adalah autentik dan terjaga integritasnya. Namun apabila nilai hashnya berbeda maka dapat dicurigai tanda tangan elektronik tersebut adalah palsu atau keutuhan dokumen elektronik tersebut perlu dipertanyakan,” tuturnya.

Adapun pemanfaatan sertifikat elektronik ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019.

Sekretaris Utama BNPB, Lilik Kurniawan mengapresiasi atas fasilitas yang diberikan oleh BSSN RI dalam pemanfaatan sertifikat elektronik pada sistem elektronik di lingkungan BNPB, mengingat kami juga ada BPBD di 34 provinsi dan 514 Kabupaten dan Kota.

“Penerapan tanda tangan elektronik ini sendiri merupakan salah satu wujud dari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam bidang tata naskah dinas elektronik, dan juga banyak manfaatnya. Salah satu contohnya menjamin keaslian dokumen, mempermudah administrasi perkantoran, menghemat ruang penyimpanan dan anggaran/biaya untuk ATK hingga jasa pengiriman dokumen tersebut,” ujarnya.

Dalam acara penandantanganan perjanjian kerja sama itu juga dilakukan penyerahan cinderamata, dan disaksikan oleh pejabat tinggi pratama beserta jajaran dari kedua belah pihak. (Ri/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan masyarakat – BSSN

Minimalisir Ancaman Siber BSSN Resmikan SumselProv-CSIRT

Palembang, BSSN.go.id - Menghadapi serangan yang berada di ruang siber, negara hadir melalui BSSN yang berperan aktif dalam upaya meningkatkan keamanan siber di Indonesia. BSSN terus berupaya memperbaiki kinerjanya dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang keamanan...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...