Jakarta – BSSN.go.id (28/7). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi semakin pesat telah mengubah pola interaksi dan kebiasaan masyarakat di segala bidang. Hampir seluruh kegiatan dilakukan dengan sistem otomatisasi berbasis internet. Jaringan global tersebut menghubungkan dan memberikan berbagai manfaat dan kemudahan bagi jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari seperti misalnya dalam melakukan transaksi perdagangan, transportasi, pendidikan, pemerintahan, hiburan serta berbagai keperluan lainnya.

Era Revolusi Industri 4.0 pun bergulir, tidak hanya proses produksi yang terpengaruh oleh perkembangan TIK tersebut juga mempengaruhi seluruh rantai industri bahkan melahirkan model bisnis yang baru dengan berbasis digital. Berbagai hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nunil Pantjawati, saat membuka webinar Diseminasi Indeks Keamanan Informasi (Indeks KAMI) bagi Penyelenggara Sistem Elektronik Sektor Ekonomi Digital dan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh BSSN pada hari Selasa, 28 Juli 2020.

“Namun demikian di sisi lain, berbagai kemudahan di sektor ekonomi yang dibawa oleh teknologi tersebut juga menuntut perhatian terkait aspek security risk-nya. Serangan siber membayangi keamanan dan keberlangsungan sistem elektronik maupun manusia-nya. Dua sisi tersebut akan selalu tarik-menarik sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Nunil.

“Terkait dengan hal tersebut, BSSN berupaya menyinergikan langkah berbagai pemangku kepentingan keamanan siber yang terkait sektor pemerintah, infrastruktur informasi kritikal nasional dan ekonomi digital untuk mewujudkan keamanan nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital.”

 

“Salah satu langkah BSSN adalah mengembangkan Indeks Keamanan Informasi (Indeks KAMI) sebagai alat bantu mengevaluasi tingkat kelengkapan dan kematangan penerapan keamanan informasi sistem elektronik berdasarkan kriteria SNI ISO/IEC 27001. Sektor ekonomi digital dan perguruan tinggi bisa gunakan indeks keamanan informasi untuk evaluasi tingkat kelengkapan dan kematangan penerapan keamanan informasi sistem elektronik yang mereka miliki,” ungkap Nunil.

Menutup paparan Nunil menyatakan Indeks KAMI tidak ditujukan untuk menganalisis kelayakan atau efektivitas bentuk pengamanan yang ada namun sebagai perangkat untuk memberikan gambaran kondisi kesiapan kerangka kerja keamanan informasi yang sudah dilakukan.

Beberapa narasumber yang turut dalam kegiatan tersebut diantaranya Mariam F. Barata dari Kemenkominfo, Intan Rahayu dari BSSN, Agus Purwanto dari Kementerian Perdagangan, Zainal Arifin Hasibuan dari APTIKOM dan Fajar Hari Utomo dari PT Kliring Berjangka Indonesia.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Kapasitas Mandiri Organisasi Modal Pertama Hadapi Serangan Siber

Jakarta - BSSN.go.id (6/8). Terkait dengan keamanan siber, Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiyawan dalam diskusi dalam jaringan Cyber Security Workshop bertema “Data Protection and Data Regulations in Indonesia” yang...

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...