Jakarta (20/7). Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan kesiapan untuk terlibat dan berkontribusi aktif dalam international cyber security forum yang digagas oleh G20 Digital Economy Task Force (DETF) yang diinisiasi Arab Saudi melalui G20 Cyber Security Dialogue.

Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Kepala BSSN Dharma Pongrekun dalam Ministerial Meeting Koordinasi Persiapan G20 DETF yang diikuti oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto serta Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza di Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2020).

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Menkominfo Johnny G. Plate atas undangan dan kesempatan dalam rapat ini sehingga sejumlah poin penting terkait G20 DETF dari BSSN bisa saya sampaikan,” kata Dharma.

Selanjutnya Dharma menyampaikan teknologi yang dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital harus mempertimbangkan nilai moral serta memperhatikan dampak teknologi pada kesehatan dan perilaku manusia.

“Pengembangan teknologi harus disertai dengan perlindungan keamanan, baik dari segi sistem maupun kebijakan,” ujarnya.

“Secara khusus BSSN juga telah menyiapkan panduan keamanan siber untuk UMKM melalui Panduan Mandiri Keamanan Informasi (Paman Kami) yang sudah diluncurkan pada tahun 2019 yang sudah mulai diterapkan pada tahun 2020,” sambung Dharma.

“Panduannya sudah kami masukkan ke dalam The G20 Examples of Practise Related to Cyber Security in the Digital Economy,” jelasnya.

Panduan tersebut antara lain berisi pernyataan BSSN menyambut G20 Roadmap toward a Common Framework for Measuring the Digital Economy yang dikembangkan Presidensi G20 Arab Saudi. Peta jalan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengakselerasi berbagai hal untuk mengejar kesenjangan pengukuran dan pelaksanaan digital ekonomi, terutama di negara-negara berkembang dan untuk memperkuat keterbandingan indikator, serta kapasitas statistik di negara-negara G20 dan sekitarnya.

BSSN mendorong dialog inklusif melibatkan pemangku kepentingan keamanan siber dan ekonomi digital membahas kontribusi yang akan dibuat selama G20 Workshop on Measurement of the Digital Economy.

Pertukaran informasi tentang cara terbaik menentukan elemen-elemen ekonomi digital untuk memandu upaya pengukuran sangat penting dilakukan. Berdasarkan pada hasil capaian kegiatan di Hangzhou pada tahun 2016 dan kerangka akuntansi statistik berbagai sektor dan industri, negara G20 menyambut baik usulan Presidensi Arab Saudi mengenai kerangka definisi bertingkat yang mendukung definisi kebijakan yang menyeluruh mengenai elemen ekonomi digital.

Pengukuran ekonomi digital akan menggabungkan seluruh aktivitas ekonomi yang bergantung pada atau secara signifikan ditingkatkan dengan penggunaan input digital, termasuk teknologi digital, infrastruktur digital, layanan digital dan data. Ekonomi digital merujuk pada semua produsen dan konsumen, termasuk pemerintah yang memanfaatkan input digital dalam kegiatan ekonominya.

Dharma menyatakan, komitmen internal untuk menjalankan mekanisme pemantauan kemajuan setiap sektor sebagai implementasi dari deklarasi tersebut sangat dibutuhkan.

“Terakhir, kami mengusulkan penggantian istilah “Security” dalam Security in the Digital Economy menjadi “Cyber Security,“ agar selaras dan konsisten dengan alur deklarasi secara keseluruhan,” tukasnya.

Para pimpinan kementerian dan lembaga yang hadir kemudian secara bergantian memberikan masukan dan mendiskusikan bahan yang selanjutnya akan disampaikan oleh Kemenkominfo kepada Kemenkopolhukam sebelum dibawa ke pertemuan G20 DETF.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Kapasitas Mandiri Organisasi Modal Pertama Hadapi Serangan Siber

Jakarta - BSSN.go.id (6/8). Terkait dengan keamanan siber, Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiyawan dalam diskusi dalam jaringan Cyber Security Workshop bertema “Data Protection and Data Regulations in Indonesia” yang...

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...