Depok, BSSN.go,id – Transformasi digital sektor keuangan semakin masif di masa pandemi mengejar pasar kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari secara online agar sesuai protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Sektor perbankan sebagai bagian dari sektor keuangan menjelma menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari hampir semua orang sehingga dikategorikan sebagai salah satu sektor strategis yang wajib dilindungi keamanannya.

Faktanya perbankan merupakan sektor yang paling sering terkena serangan siber. Baik pelaku industri perbankan maupun nasabah terdampak oleh insiden siber di sektor tersebut. Insiden siber sektor perbankan sering menyasar aplikasi yang digunakan nasabah, baik aplikasi internet banking maupun mobile banking. Berbagai metode digunakan untuk mengeksploitasi kerentanan proses bisnis aplikasi internet maupun mobile banking. Ancaman siber sektor perbankan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak agar tidak menjadi insiden siber.

Direktorat Identifkasi Kerenanan dan Penilaian Risiko Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional, Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi, BSSN menyusun Profil Risiko Siber Sektor Perbankan Tahun 2020 yang berisi lanskap ancaman siber di sektor perbankan, perkembangan transformasi digital, ancaman siber sektor perbankan, risiko mobile dan internet banking serta perlindungan keamanan siber sektor perbankan sebagai acuan bagi industri perbankan dan masyarakat melakukan mitigasi potensi ancaman dan kerentanan siber sektor perbankan.

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN