Jakarta, BSSN.go.id – Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia melalui Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional (PPIIKN), menggelar The 2021 Online CII Cyber Exercise berkelanjutan, dimana pada tanggal 31 maret – 1 April 2021 menjadi giliran Sektor Transportasi yang mendapat pelatihan terkait penanganan insiden, bertempat di bilangan Pondok Indah Jakarta Selatan.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara, sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

“Terkait dengan hal tersebut, harus kita pahami bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas dan kolaborasi yang efektif antar berbagai pihak dalam menjaga keamanan siber, termasuk BSSN dengan para pemangku kepentingan baik dari Sektor Pemerintah, Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional, dan Ekonomi Digital,” kata Direktur PPIIKN Arisriyanto.

Berdasarkan hal tersebut, BSSN mengelar kegiatan The 2021 Online CII Cyber Exercise demi meningkatkan kapabilitas dan kesiapan dalam menangani insiden siber di institusi penyelenggara infrastruktur informasi kritikal secara berkelanjutan pada stakeholder BSSN.

“Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat meningkatkan kapabilitas dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan insiden keamanan siber serta meningkatkan kesiapan dan koordinasi antar organisasi dalam menangani insiden siber pada sektor Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional secara berkelanjutan khususnya sektor transportasi,” ujar Arisriyanto.

Lebih lanjut Sandiman Muda, Panji Yudha Prakasa saat memberikan pengantar singkat kegiatan cyber exercise tersebut mengatakan bahwa Kasus yang diangkat dalam The 2021 Online CII Cyber-X for Transportation Sector ini adalah email Phising dan Malicious Code atau malware.

“Kasus ini diangkat dengan pertimbangan bahwa sampai dengan akhir 2020, serangan malware merupakan serangan terbanyak yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia yang juga dapat menyerang sektor transportasi di Indonesia,” kata Panji.

The 2021 Online CII Cyber Exercise sektor Transportasi ini diikuti oleh 23 instansi, yang terbagi dalam 4 kategori atau bidang, yaitu transportasi darat, laut, udara dan perkereta apian yang termasuk dalam Institusi IIV.

Selain itu, Kegiatan ini menggunakan sistem Capture the Flag dimana peserta diminta untuk menemukan setiap flag yang diminta untuk dapat menjawab setiap kasus yang disiapkan oleh panitia. Flag yang akan diminta adalah hasil dari analisis atau temuan dari sisi perespon insiden berdasarkan jejak-jejak yang ditinggalkan oleh penyerang.

Di akhir kegiatan, dilakukan pembahasan, diskusi dan evaluasi dengan  peserta terkait kasus-kasus yang diberikan. (Tya/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

NGOPI RB: SPBE Series#3 Diskusi Peran BSSN dalam SPBE

Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar lanjutan NGOPI RB Series, dimanapada Series ke-3 ini, para narasumber dan peserta banyak berdiskusi terkait strategi BSSN dalam menjalankan amanah SPBE. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BSSN Sawangan,...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...