Deputi Bidang Proteksi BSSN menggelar kegiatan FGD : “National Think Tanks On Cyber Diplomacy, Building a National Soft-Power on Cyber Space Through Cyber Diplomacy” pada hari Senin-Selasa tanggal 17-18 Desember 2018 di Hotel Mercure Ancol Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mencapai satu kesepahaman dan kesepakatan tindak dalam mewakiii Indonesia di fora pembahasan permasalahan siber di kancah internasional. Kegiatan ini sekaligus ditujukan untuk menunjukan eksistensi BSSN sebagai koordinator ranah siber Indonesia, termasuk dalam urusan diplomasi siber. Acara FGD tidak hanya dihadiri oleh pejabat struktural dan perwakilan dari unit-unit teknis BSSN, namun juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari  Kemenkopolhukam, Kemenlu, Kemenhan, Bappenas, Kemenkominfo, Kemenhukham, BIN, BNPT, Mabes TNI dan Mabes Polri.

FGD dibuka oleh Kepala BSSN Djoko Setiadi. Dalam sambutannya Kepala BSSN menyatakan bahwa BSSN memiliki tugas dan fungsi melaksanakan kegiatan diplomasi siber seperti yang diamanatkan dalam perpres 53 tahun 2017 tentang BSSN. Diplomasi siber menjadi tolok ukur terhadap peran aktif suatu negara di kancah siber internasional. Saat ini BSSN berperan sebagai vocal point dalam pembahasan isu siber dalam lingkup bilateral, regional, dan multilateral. Dalam menjalankan fungsi diplomasi siber, suatu negara perlu memiliki strategi khusus terutama dalam menghadapi polarisasi siber global. Diplomasi siber tidak dapat dilakukan sendiri tetapi membutuhkan dukungan dari entitas lain yang terkait untuk mencapai kesatuan pemahaman sebagai ‘senjata’ dalam menghadapi pengaruh kekuatan besar di ranah siber. Isu internasional mengenai norms and behavior on cyberspace, confidence building measure, ICT posture, cyber-related issue dan cyber capacity building  menjadi topik tren yang dibahas dan dikerjasamakan secara bilateral, regional maupun multilateral.

Dalam kurun waktu kurang dari setahun setelah  BSSN terbentuk, BSSN telah menandatangani empat perjanjian internasional terkait siber, yaitu: MoU dengan Pemerintah Inggris dan Australia dan LoI dengan pemerintah  Amerika dan Belanda. BSSN juga aktif terlibat dalam pembahasan isu di ranah siber pada forum PBB dan Asean. Selain itu, Indonesia baru saja terpilih menjadi Deputi Chairman pada sidang Organization of The Islamic Cooperation – Computer Emergency Response Team (OIC-CERT) untuk periode 2018 – 2020. Prestasi – prestasi tersebut merupakan hasil dari diplomasi siber yang dilakukan oleh BSSN.

Oleh sebab itu, BSSN menggelar FGD pada pagi hari ini untuk menyampaikan progress report, pembahasan strategi diplomasi siber, posisi politik luar negeri di ranah siber, focal point dan aksi kolaborasi entitas siber sebagai bahan untuk membuat kebijakan. Acara ini di moderatori oleh Ronald Tumpal, Direktur Proteksi Pemerintah BSSN. Bertindak sebagai narasumber, Dharma Pongrekun, Deputi Identifikasi dan Deteksi BSSN, Agung Nugraha, Plt. Deputi Bidang Proteksi BSSN dan Andi Wijayanto, Praktisi Intelijen.(arya/ibnu)

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Humas

Masyarakat Mataram Antusias Mengikuti Literasi Keamanan Siber

(16/03) Mataram. Masyarakat Mataram antusias mengikuti kegiatan literasi keamanan siber yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Jumlah peserta melebihi target yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Kegiatan literasi dilaksanakan di...

BSSN AJAK MASYARAKAT UNTUK MENANGGULANGI HOAKS PADA PEMILU 2019

Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat. Ragam persiapan pun telah disiapkan oleh lembaga penyelenggara pemilu. Namun, menjelang perhelatan tersebut semakin banyak hoaks yang beredar. Hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh beberapa hal seperti...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This