Terima Anugerah Mitra Bhakti Husada Kementerian Kesehatan Bukti Komitmen BSSN terhadap Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Serta Pelaksanaan Protokol Kesehatan Covid-19

Jakarta, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meraih penghargaan Mitra Bhakti Husada, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dari Kementerian Kesehatan. Mitra Bhakti Husada merupakan apresiasi atas upaya mitra Kementerian Kesehatan dalam memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja serta pelaksanaan protokol kesehatan di tempat kerja. Penyerahan penghargaan dilakukan di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (29/11).

Perwakilan BSSN bersama 20 instansi lainnya menerima penghargaan dari Sekertaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam Kategori K3 Perkantoran dan Penerapan Protokol Kesehatan.

Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan penghargaan tersebut merupakan penanda keberhasilan kerja keras semua elemen baik di instansi maupun perusahaan sebagai pelaksana Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif dan K3.

“Penghargaan ini patut dibanggakan sebagai penanda keberhasilan berbagai upaya yang sudah Bapak/Ibu lakukan terkait keselamatan kerja di kantor” ungkap Kunta.

Penghargaan bagi BSSN diterima oleh tenaga medis BSSN dr. Endang Pertiwi.

“Terima kasih kepada segenap tenaga kesehatan, tim sarana dan prasarana, personel keamanan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam membantu penilaian K3. Semoga kedepannya BSSN bisa lebih baik lagi dalam pelaksanaan K3 dan penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya.

Anugerah Mitra Bhakti Husada Tahun 2021 tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-57. Penghargaan diberikan setelah dilakukan verifikasi lapangan terhadap pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Protokol Kesehatan COVID-19 berbagai instansi di seluruh Indonesia.

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN

Rilis Pers Bersama Kemenkes, BSSN, dan Kominfo tentang Penjelasan Pemerintah Sehubungan dengan Penyebaran Informasi Sertifikat Vaksinasi COVID-19 Bapak Presiden Joko Widodo

Rilis Pers Bersama 

Kementerian Kesehatan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 

“Tentang Penjelasan Pemerintah Sehubungan dengan Penyebaran Informasi Sertifikat Vaksinasi COVID-19 Bapak Presiden Joko Widodo” 

Jumat, 3 September 2021 

1. Akses pihak-pihak tertentu terhadap Sertifikat Vaksinasi COVID-19 Bapak Presiden Joko Widodo dilakukan menggunakan fitur pemeriksaan Sertifikat Vaksinasi COVID-19 yang tersedia pada Sistem PeduliLindungi. 

2. Fungsi pemeriksaan Sertifikat Vaksinasi COVID-19 di sistem PeduliLindungi yang sebelumnya mensyaratkan pengguna menyertakan nomor handphone untuk pemeriksaan Sertifikat Vaksinasi COVID-19 kini hanya menggunakan 5 parameter (nama, Nomor Identitas Kependudukan (NIK), tanggal lahir, tanggal vaksin, dan jenis vaksin) untuk mempermudah masyarakat mengakses Sertifikat Vaksinasi COVID-19 setelah menimbang banyak masukan dari masyarakat. 

3. Informasi terkait NIK dan tanggal vaksinasi COVID-19 Bapak Presiden Joko Widodo yang digunakan untuk mengakses Sertifikat Vaksinasi COVID-19 tidak berasal dari Sistem PeduliLindungi. Informasi NIK Bapak Presiden Joko Widodo telah terlebih dahulu tersedia pada situs Komisi Pemilihan Umum. Informasi tanggal vaksinasi Bapak Presiden Joko Widodo dapat ditemukan dalam pemberitaan media massa. 

4. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, BSSN, dan Kementerian Kominfo melakukan tata kelola perlindungan data dan keamanan Sistem PeduliLindungi sesuai tugas dan fungsi yang diampu, sebagai berikut: 

a. Kementerian Kesehatan, sebagai Wali Data bertanggung jawab agar pemanfaatan data pada Sistem Pedulilindungi yang terintegrasi dengan Pusat Data Nasional (PDN) sesuai dengan peraturan perundangan sebagaimana diatur oleh PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) serta Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Inisiatif Satu Data Indonesia. 

b. BSSN sebagai Lembaga yang berwenang untuk melaksanakan kebijakan teknis keamanan siber bertanggungjawab untuk melakukan pemulihan, dan manajemen risiko keamanan siber Sistem Elektronik sesuai amanat PP PSTE dan Pepres No. 28 Tahun 2021 tentang BSSN. 

c. Kementerian Kominfo selaku regulator, penyedia infrastruktur PDN, serta pemberi sanksi terhadap pelanggaran prinsip pelindungan data pribadi akan melakukan langkah strategis pemutakhiran tata kelola data Sistem Pedulilindungi sesuai PP PSTE, PM Kominfo No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik, serta Pepres No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. 

5. Untuk meningkatkan keamanan Sistem Pedulilindungi, Pemerintah melalui Kementerian Kominfo, telah melakukan migrasi Sistem PeduliLindungi ke Pusat Data Nasional (PDN) pada 28 Agustus 2021 pukul 14.00 WIB. Migrasi tersebut meliputi migrasi sistem, layanan aplikasi, dan juga database aplikasi Pedulilindungi. Migrasi turut dilakukan terhadap Sistem Aplikasi SiLacak dan Sistem Aplikasi PCare. 

6. Pemerintah terus mengawasi keseriusan seluruh pengelola dan wali data untuk menjaga keamanan Sistem Elektronik dan Data Pribadi yang dikelolanya, baik dalam hal teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia. 

7. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kominfo telah melakukan penanganan dugaan kebocoran data terhadap 36 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sejak tahun 2019 sampai 31 Agustus 2021. Dari jumlah tersebut, 31 kasus telah selesai dilakukan investigasi dengan perincian sebagai berikut: 4 PSE telah dikenai sanksi teguran tertulis, 18 PSE diberikan rekomendasi teknis peningkatan tata kelola data dan Sistem Elektronik, sedangkan 9 PSE lainnya sedang dalam proses pemberian keputusan akhir terkait sanksi. 

8. Upaya pengawasan kepatuhan terhadap pengelola sistem PeduliLindungi, pihak yang mengelola data, serta para pengguna, akan terus dilakukan oleh Kementerian Kominfo dengan berkoordinasi bersama Kementerian Kesehatan, BSSN, serta pihak terkait lainnya. 

9. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak tepat terkait sistem PeduliLindungi. Pemerintah mengimbau agar masyarakat dapat mengunduh dan tetap memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi yang saat ini fiturnya terus dikembangkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dalam masa adaptasi pengendalian pandemi Covid-19. 

 

Narahubung 

Kementerian Kesehatan 

drg. Widyawati, MKM 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat 

e-mail: kontak@kemkes.go.id 

Telp/Fax: 1500-567/(021) 5223002, 52921669 

SMS: 081281562620 

Website: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id 

Kementerian Komunikasi dan Informatika 

Ferdinandus Setu 

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo 

e-mail: humas@mail.kominfo.go.id 

Telp/Fax : 021-3504024 

Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo 

website: www.kominfo.go.id 

Badan Siber dan Sandi Negara 

Anton Setiawan S.Si., M.M 

Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara 

Telp/Fax: (021)7805814/(021) 78844104 

website: www.bssn.go.id 

Dokumen rilis dapat diunduh di sini

 

Biro Hukum dan Komunikasi Publik

Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua, Upaya BSSN Meningkatkan Imunitas dan Membentuk Herd Immunity

Depok, BSSN.go.id – Menggenapi vaksinasi Covid-19 tahap pertama berjenis Sinovac yang telah dilakukan pada 3-4 Agustus yang lalu, Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) kembali menggelar vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diperuntukkan bagi keluarga pegawai BSSN dan masyarakat sekitar. Vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini dilaksanakan di Aula Kantor BSSN, Depok-Jawa Barat, Rabu (1/9).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Klinik Pratama BSSN tersebut berkolaborasi dengan Rumah Sakit Bunda Margonda. Kegiatan dimulai pukul 08.00 – 15.00 WIB melibatkan 423 orang penerima vaksin.

Dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut peserta wajib melalui beberapa langkah prosedur. Pertama, peserta vaksin diminta untuk cek kesiapan diri dengan membawa surat vaksin dosis pertama. Peserta diwajibkan melakukan registrasi dan verifikasi data. Pastikan data sesuai dan jika ada kesalahan seperti kesalahan penulisan nama atau alamat, agar segera dikonfirmasi.

Setelah registrasi, akan dilakukan screening awal yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Screening awal berupa cek tensi darah dan konfirmasi riwayat kesehatan. Peserta yang memenuhi syarat akan dapat melakukan vaksinasi. Setelah vaksin berlangsung, kepada peserta dilakukan observasi selama kurang lebih 30 menit untuk mengidentifikasi apakah ada respon tertentu yang terjadi pasca vaksin.

Setelah sesi tersebut dilakukan pencetakan sertifikat vaksinasi, sekaligus menandakan vaksinasi dinyatakan selesai. Bagi yang sudah selesai vaksin, untuk melihat datanya dapat mengunduh melalui aplikasi www.pedulilindungi.id.

Untuk peserta vaksinasi tahap kedua, perlu diperhatikan bahwa setelah vaksin kedua ini tidak serta merta bebas dari paparan virus corona, melainkan untuk melindungi diri dari gejala yang berat. Seluruh peserta vaksin agar senantiasa menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan menerapkan 5M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas). Karena ini merupakan salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus corona.

BSSN sangat berharap dengan selesainya vaksinasi tahap kedua ini, dapat meningkatkan imunitas bagi seluruh pegawai beserta keluarganya maupun masyarakat di sekitar kantor BSSN sehingga dapat membentuk herd immunity untuk mencegah meluasnya pandemi Covid-19 sekaligus mendukung program nasional pemerintah dalam memerangi Covid-19. (Yo/Yud)

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN

BSSN Menggelar Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Pegawai BSSN dan Masyarakat Sekitar Kantor BSSN

Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) menggelar vaksinasi massal untuk keluarga pegawai BSSN dan masyarakat sekitar. Dalam kesempatan tersebut BSSN bekerja sama dengan Rumah Sakit Bunda Margonda Depok Jawa Barat. Vaksinasi tahap pertama tersebut menggunakan vaksin Sinovac, diikuti oleh 416 peserta dan digelar di Aula Kantor BSSN Sawangan Depok pada tanggal 3-4 Agustus 2021.
Untuk dapat mengikuti program vaksinasi gratis tersebut, penerima vaksin harus mendaftar dan diverifikasi kelengkapan dan kebenaran identitasnya. Peserta juga diharuskan mengikuti skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan suhu tubuh. Peserta yang memenuhi persyaratan dapat menerima vaksin Covid-19 yang disuntikan oleh tim vaksinator gabungan tenaga kesehatan dari Klinik Pratama BSSN dan Rumah Sakit Bunda Margonda.
Setelah mendapatkan vaksin peserta harus tetap berada di tempat selama 30 menit untuk diobservasi mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Setelah dipastikan sehat peserta diberi tanda bukti sudah mendapatkan vaksinasi dalam bentuk berkas cetak dan elektronik. Selama pelaksanaan vaksinasi peserta dan seluruh tenaga medis yang terlibat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Perwakilan Satgas Covid-19 BSSN Christyanto Noviantoro mengimbau pesertas yang sudah divaksin agar tetap menjaga prokes mengingat hal tersebut merupakan cara memutus mata rantai penyebaran virus yang saat ini sedang meningkat jumlahnya.
“Meski sudah divaksin, tetap disiplin jalani prokes apalagi saat ini ada varian baru. Jangan lupa, vaksinasi tahap kedua direncanakan Kamis, 1 September 2021 mendatang. Kita harus lebih waspada, saran saya gunakan masker dua lapis,” ujar Christyanto.
Menurut Christyanto vaksinasi baik untuk menjaga ketahanan tubuh dan juga kesehatan. Christyanto juga berpendapat vaksin sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pegawai BSSN dan juga anggota keluarga besar BSSN selain tentunya mengurangi risiko paparan Covid-19.

Kepala BSSN Hinsa Siburian yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih tim Klinik Pratama BSSN dan seluruh panitia yang telah menyukseskan program ini. Saya harap vaksinasi ini bisa memutus rantai penularan Covid-19 di keluarga besar BSSN dan masyarakat sehitar kantor BSSN,” ucap Hinsa.
Hinsa meminta seluruh peserta untuk juga mengajak handai tolan dan tetangga di sekitar tempat tinggal meraka untuk turut melakukan vaksinasi. Hinsa menyebut hal tersebut sebagai salah satu perjuangan bersama bangsa Indonesia menghadapi pandemic selain tentunya dengan tetap berdoa meminta perlindungan Tuhan agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan. (Yo/Yud)
Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN

Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Pegawai BSSN Sukseskan Program Pemerintah

Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan Vaksinasi Covid-19 tahap dua bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di BSSN yang diselenggarakan di Aula BSSN, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Kegiatan vaksinasi ini diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 23 – 24 Maret 2021 dengan total sasaran pegawai yang divaksinasi sebanyak 1500 pegawai. Dimana per harinya target pegawai BSSN yang divaksinasi sebanyak 750 orang dengan catatan bila tidak ada pegawai yang ditunda vaksinasinya atau tidak memenuhi kriteria untuk divaksin seperti tekanan darah yang tidak normal atau sebab lain sesuai persyaratan vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi untuk penyuntikan dosis kedua bagi pegawai BSSN ini melibatkan beberapa vaksinator yang terdiri dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten dan Bandung, RS Hermina Depok, Poliklinik BSSN serta Satgas Covid-19 BSSN.

Sebagai informasi bahwa pegawai yang divaksin telah melalui beberapa proses sampai dinyatakan boleh vaksin. Yang pertama pegawai melakukan registrasi online yang diisi satu hari sebelum vaksin, kedua pegawai datang menuju tempat registrasi membawa kartu registrasi yang sudah dicetak, ketiga scan QR Code sebagai presensi vaksinasi, keempat cek kesehatan seperti tensi, suhu tubuh, cek gula darah, cek konfirmasi wawancara, kelima pelaksanaan vaksinasi, keenam observasi 30 menit, ketujuh scan QR Code sebagai tanda selesai observasi, kedelapan cetak kartu vaksinasi. Setelah melalui tahap akhir setiap karyawan yang sudah melaksanakan vaksin akan mendapatkan Short Message Service (SMS) yang isinya sertifikat vaksin.

Pada akhir kegiatan Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia BSSN Maria Widyaningsih mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, “Kegiatan vaksinasi ini tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak didukung dan kerja keras pada semua tim, untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten dan Bandung, RS Hermina Depok serta para panitia BSSN atas kerja kerasnya dalam mensukseskan vaksinasi di BSSN” kata Maria.

Vaksinasi tahap dua ini sebagai bagian mensukseskan program pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Setelah pemberian dosis kedua vaksinasi Covid-19 untuk pegawai BSSN diharapkan seluruh pegawai tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. (Yok/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

BSSN Kerjasama Dengan Kemenkes Selenggarakan Vaksinasi COVID-19 Tahap Pertama

Depok, BSSN.go.id – Untuk mencegah penyebaran COVID-19, sekaligus mensukseskan program pemerintah, Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia menggelar vaksinasi COVID-19 tahap pertama untuk seluruh pegawainya di Aula BSSN, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (09/03).

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama yang bekerjasama dengan Kemenkes tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu (9-10/3) yang diikuti seluruh pegawai BSSN.

Kepala BSSN Hinsa Siburian, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi, menyampaikan, sudah satu tahun pandemi melanda Indonesia. Upaya demi upaya telah dilakukan untuk mengatasinya, termasuk program Vaksinasi COVID-19 yang mulai dilaksanakan awal tahun 2021 ini.

“Program tersebut tentu tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak, terutama masyarakat,” kata Hinsa.

Menurutnya, perlu dipahami bersama bahwa vaksinasi COVID-19 ini penting dilakukan guna memutus mata rantai penularan virus corona serta memberikan perlindungan kesehatan, keselamatan, dan keamanan bagi seluruh masyarakat sehingga nantinya dapat membantu mempercepat proses pemulihan ekonomi.

“Untuk itu, Badan Siber dan Sandi Negara selaku institusi pemerintah, dan kita sebagai aparatur sipil negara harus mendukung program vaksinasi tersebut dengan melaksanakannya untuk seluruh pegawai guna mengurangi dan menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan BSSN beserta keluarganya,” kata Hinsa.

Ia pun menyampaikan apresiasinya sekaligus menghaturkan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaran vaksinasi COVID-19 di lingkungan BSSN.Diantaranya, yakni para tenaga kesehatan dan tenaga teknologi informasi BSSN, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten dan Bandung, serta Satgas COVID-19 BSSN.

Ditegaskan oleh Hinsa lebih lanjut, Satgas COVID-19 BSSN yang telah dibentuk sejak awal pandemi merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan pegawai BSSN. “Upaya testing, tracing, dan treatment serta edukasi, menjadi rutinitas para anggota Satgas untuk menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan BSSN,” jelas Hinsa.

Didampingi Anas Ma’ruf selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, Hinsa berpesan, meskipun BSSN telah melaksanakan vaksinasi, seluruh pegawai saya ingatkan agar selalu menjaga pola hidup sehat serta disiplin terhadap protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. (Rim/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN