Jakarta(27/02). Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Irjen. Pol. Drs. Dharma Pongrekun, SH., M.M., MH. menjadi narasumber pada Kegiatan Rakornis Baharkam Polri Tahun 2019. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.  Acara ini diisi oleh narasumber dari beberapa Kementerian dan Lembaga pemerintah antara lain Kemenkominfo, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, KPU, Bawaslu, BNPT, BMKG, dan BNN. Rakornis ini merupakan salah satu upaya untuk mensinergikan peran masing-masing institusi dalam pencegahan ganguan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan datang.

Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN sebagai Narasumber Kegiatan Rakornis Baharkam Polri Tahun 2019

Dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN melakukan paparan dengan tema Strategi Antisipasi Kejahatan Cyber dalam Rangka Pengamanan Pemilu  2019. Dalam paparannya Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN menyampaikan bahwa era digital seperti saat ini perlu dibarengi dengan kesadaraan tentang penggunaan teknologi informasi dari sisi positif maupun negatifnya. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak dikuasai oleh teknologi melainkan manusia yang menguasai teknologi. Penggunaan Teknologi informasi memberikan dampak yang sangat besar bagi segala bidang tetapi dibalik itu semua ada hal-hal yang perlu diwaspadai salah satunya keamanan siber. Menjelang pesta demokrasi yang tidak lama lagi diselenggarakan merupakan salah satu tantangan bagi BSSN terutamanya dalam mengamankan Pemuli 2019 dari serangan Siber. Serangan siber merupakan salah santu ancaman di era digital, sebagaimana kita tahu bahwa beberapa waktu yang lalu serangan siber menyerang situs KPU dan Bawaslu. Selain hal tersebut akhir-akhir ini semakin marak penyebaran berita bohong (hoax) yang mengakibatkan keresahan di masyarakat. Penyebaran berita bohong sangat berbahaya terhadap persatuan dan kesatuan negeri ini, terlebih apabila hal tersebut tidak segera diklasrifikasi oleh pihak yang berwenang dan menjadi viral ditengah masyarakat seolah berita hoak tersebut benar dan dipercaya oleh masyarakat padahal sebaliknya.

Dampak Berita bohong (hoax) yang beredar dalam masyarakat dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini sangat berbahaya, mengingat potensi yang ditimbulkan sangat besar maka masyarakat harus cerdas dalam mensikapi berita,broadcast pesan, ataupun informasi yg ada dimedia sosial dengan mengecek kesesuaian judul dan isi berita,sumber berita, kredibilitas penulis dan verifikasi pihak terkait. BSSN sebagai garda terdepan dalam keamanan siber menghimbau serta mengajak seluruh peserta rakornis dan elemen masyarakat untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. -fth-

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan HUbungan Masyarakat, BSSN

Masyarakat Mataram Antusias Mengikuti Literasi Keamanan Siber

(16/03) Mataram. Masyarakat Mataram antusias mengikuti kegiatan literasi keamanan siber yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Jumlah peserta melebihi target yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Kegiatan literasi dilaksanakan di...

BSSN AJAK MASYARAKAT UNTUK MENANGGULANGI HOAKS PADA PEMILU 2019

Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat. Ragam persiapan pun telah disiapkan oleh lembaga penyelenggara pemilu. Namun, menjelang perhelatan tersebut semakin banyak hoaks yang beredar. Hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh beberapa hal seperti...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This