Badan Instalasi Strategis Nasional Kementerian Pertahanan (Bainstranas) menggelar Rapat Koordinasi Teknis Bainstranas Tahun Anggaran 2019 yang tema “Optimalisasi Pengelolaan Kawasan IPSC dan Pemberdayaan Peran Pushan Siber Dalam Mendukung Pertahanan Negara yang Tangguh”. Rakornas ini bertujuan untuk mendiskusikan permasalahan yang timbul agar dihasilkan rumusan dan langkah-langkah pemecahan yang efektif dalam mengantisipasi tugas-tugasmendatang guna meningkatkan kinerja penerima manfaat (stakeholder)terkait.

Acara ini digelar di BNPB Training Center Sentul Bogor pada hari Selasa tanggal 12 Februari 2019 dan dibuka oleh Kepala Bainstranas Mayjen TNI Alfred Bhakti Rantetandung. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Rakor Bainstranas merupakan media untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan dalam upaya pembinaan dan penyiapan satuan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok Bainstranas. Rakor Bainstranas juga menjadi forum komunikasi dan koordinasi untuk mencari pemecahan permasalahan menonjol yang dihadapi sehingga program kerja dan anggaran Bainstranas Kemhan dan penerima manfaat (stakeholder) terkait dapat berjalan lancar dan tertib serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Sebagai lembaga negara yang bertugas di bidang keamanan siber, BSSN ikut mendukung program Bainstranas dalam mendukung pertahanan negara yang tangguh. Dalam Rakornas Bainstranas, BSSN yang diwakili oleh Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital: Brigjen TNI Bondan Widiawan, S.Kom, M.Si  hadir sebagai salah satu narasumber. Melalui paparannya yang bertema “Sinergi Menghadapi Ancaman Siber”, beliau menjelaskan tentang perjalanan transformasi Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) menjadi BSSN, ruang lingkup serta tugas BSSN berdasarkan Perpres 53 tahun 2017 tentang BSSN dan mekanisme koordinasi BSSN dengan penerima manfaat (stakeholder) dibidang keuangan dan perbankan, pertahanan, hukum dan keamanan. Terkait sinergi dengan kementerian pertahanan, Bondan Widiawan menyatakan BSSN siap bekerjasama dibidang keamanan siber demi terciptanya ruang siber yang aman di Indonesia. Komitmen tersebut disambut baik oleh peserta Rakor yang hadir.

Selain BSSN, hadir juga narasumber dari instansi lain seperti Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Pusat Pertahanan Siber-Kementerian Pertahanan (Pushan-Kemhan) yang juga membahas mengenai keamanan siber dan pengelolaannya serta upaya yang dilakukan untuk memperkuat instansinya dalam menghadapi ancaman siber.

 

Ir&Aa

Biro Hukum dan Humas, BSSN

Partisipasi BSSN Dalam Security Summit World Tour 2019

Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) turut ambil bagian sebagai panelis dalam rangkaian acara Security Summit World Tour 2019 yang diselenggarakan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin) dan Akamai Technologies. Dalam diskusi panel bertajuk Best...

Share This