Jakarta, BSSN.go.idSebagai salah satu langkah konkrit dalam mendorong integrasi ekosistem ekonomidan keuangan digital yang inklusif dan efisien, baik di pusat maupun di daerah, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) bersamaKementerian/Lembaga, asosiasi dan pelaku industri menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021, dengan tema Leaders Insight, Interlink Bank dan Fintech dalam Pemanfaatan data dengan memperhatikan Keamanan Siber yang diadakan secara virtual, pada Kamis (8/4).

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI), Hinsa Siburian menjadi salah satu pembicara yang membawakan paparannya terkait Strategi Keamanan Siber Nasional untuk stabilitas keamanan siber dan peningkatan perekonomian nasional.

Hinsa mengatakan bahwa Keamanan dalam ruang siber bukanlah suatu upaya yang hanya melibatkan satu pihak tunggal. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan merupakan hal yang krusial dalam mencapai tujuan keamanan siber.

Pemangku kepentingan keamanan siber Indonesia itu sendiri meliputi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat/komunitas, yang disebut sebagai Quadhelix Stakeholder, harus dapat saling berinteraksi untuk mencapai tujuan strategi keamanan siber sehingga peran dan tanggung jawab keamanan siber berada pada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hinsa. 

Kemudian, dalam menangani permasalahan keamanan siber, BSSN membentuk suatu organisasi pelaksana keamanan siber yaitu Computer Security Incident Response Team (CSIRT). CSIRT adalah organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber.

Selanjutnya, Pusopskamsinas atau NSOC BSSN berperan sebagai National CSIRT (NAT-CSIRT) yang akan berkolaborasi dengan CSIRT Internasional. Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan PemerintahBSSN (Deputi III) berperan sebagai Gov-CSIRT,” imbuh Hinsa.

Lebih lanjut, berdasarkan data dari Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional tentang serangan siber selama tahun 2020, total jumlah serangan yang terjadi pada periode Januari-Desember 2020 adalah sebesar ±495 juta serangan. Berdasarkan data tersebut, bahwa sektor keuangan berada pada peringkat kedua yang mengalami kejadian kebocoran data.

Untuk mencegah kejadian kebocoran data tersebut, BSSN telah menerapkan Standar Manajemen Pengamanan Informasi (SMPI) dan Indeks Keamanan Informasi(Indeks KAMI) bagi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE),” kata Hinsa.

BSSN telah melaksanakan bimbingan teknis Indeks KAMI dan Manajemen Risiko kepada lebih dari 1.000 PSE. Sejak tahun 2018 hingga 2021, total PSE yang telah di-assessment sebanyak 61 PSE dan BSSN telah memberikan rekomendasi perbaikannya, termasuk Unicorn Indonesia dan BUMN.

Dari hasil penilaian, didapatkan bahwa rata-rata pelaku ekonomi digital, khususnya Unicorn Indonesia, belum maksimal dalam hal penerapan keamanan informasi khususnya dalam Area Pengelolaan Risiko dan Kerangka Kerja. Oleh karena itu, Hinsa menegaskan bahwa BSSN akan terus melakukan kegiatan bimbingan teknis Indeks KAMI dan pengelolaan risiko untuk PSE khususnya sektor ekonomi digital.

Hadir juga sebagai pembicara Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo yang membahas tema Pemanfaatan Data Dalam Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi.

FEKDI 2021 digelar selama 4 hari berturut-turut dimulai dari 5 hingga 8 April 2021 secara virtual denganformat peluncuran (launching), pameran (showcase), diskusi, wawasan pimpinan (leader’s insight), dan gelar wicara (talkshow) bertujuan untuk meningkatkan penguatan sinergi dalam akselerasi digitalisasi ekonomidan keuangan Indonesia. (De/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Lindungi Nasabah Perbankan Nasional, BSSN Teken Kerjasama Dengan LPS

Jakarta, BSSN.go.id - Badan Siber dan Sandi Negara dan Lembaga Penjamin Simpanan sepakat menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama  mendukung perlindungan informasi dan  transaksi elektronik dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...