Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mapping the Future of Cybersecurity Workforce in Indonesia” yang dilaksanakan di Hotel Grand Melia, Jakarta Selatan. Kegiatan FGD dihadiri oleh pejabat struktural BSSN & stakeholder dari berbagai bidang terkait keamanan teknologi informasi. Kegiatan ini merupakan langkah awal BSSN dalam merumuskan dan mengukuhkan Peta Okupasi Keamanan Siber dan Sandi di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BSSN yang dibacakan oleh oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengendalian (Deputi IV) BSSN, Mayjen TNI (Mar) Suharyanto, S.E., M.M.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam suatu sistem, yaitu people, process, dan technologies. Dalam konteks keamanan siber, perlu digaris bawahi bahwa dari ketiga hal tersebut, peopleatau sumber daya manusia merupakan sumber daya utama dalam membangun sistem pertahanan dan ketahanan siber. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebuah sistem tidak akan bisa terselenggara dengan aman dan nyaman tanpa dukungan sumber daya manusia yang berkompeten dan berdaya saing

Sebelum acara diskusi panel dimulai, Direktur Pengendalian Sumber Daya Manusia, Deputi IV BSSN, Dame Ria Munthe, S.E. memberikan pengantar dan latar belakang perumusan Peta Okupasi Keamanan Siber dan Sandi. Selanjutnya dilakukan diskusi panel dengan pembicara yang berasal dari berbagai bidang yang terkait dengan kamsibsan, diantaranya Nonot Harsono (Mastel), Charles Lim (Swiss German University), Gildas Deograt (Praktisi IT), dan beberapa narasumber lain dari perwakilan industri, dan instansi pemerintah. Dalam diskusi tersebut masing-masing narasumber memaparkan mengenai pentingnya pemetaan dan pengembangan SDM Siber di Indonesia dari sudut pandang berbagai bidang. Indonesia sebetulnya kaya akan sumber daya manusia, namun saat ini kebanyakan sumber daya manusia yang ada di Indonesia belum memiliki arah kebijakan yang jelas.

Agar sumber daya manusia Indonesia memiliki arah kebijakan yang jelas, maka penyusunan Peta Okupasi dan Work role di bidang siber dan sandi di Indonesia harus segera diwujudkan. Acara ditutup dengan pengambilan data survey sebagai input dalam proses perumusan Peta Okupasi Keamanan Siber dan Sandi Indonesia.

Bagian Komiunikasi Publik

Biro Hüküm dan Humas, BSSN

Share This