Extensions Mechanisms untuk DNS ditetap kanpada tahun 1999, dengan pembaruan kecil yang dilakukan pada tahun 2013. Mekanisme tersebut menetapkan ‘aturan jalan’ untuk menanggapi queries dengan opsi atau flag EDNS. Meskipun telah ada mekanisme dan aturan terkait DNS, pada implementasinya masih banyak yang melanggar aturan tersebut. Pengembang perangkat lunak DNS telah mencoba untuk memecahkan masalah tersebut dengan interoperabilitas protokol DNS, khususnya dengan menerapkan EDNS extension yang mengacu pada RFC 6891.

Masalah yang paling jelas yang disebabkan oleh solusi tersebut diatas adalah respons yang lebih lambat terhadap query DNS dan sulitnya menerapkan fitur protokol DNS baru. Beberapa fitur baru yang terdapat pada EDNS  (misalnya. Cookie DNS) akan membantu mengurangi serangan DDoS yang dilakukan berdasarkan penyalahgunaan protokol DNS.

Untuk menghadapi pemberlakukan pembaruan mekanisme/standar EDNS yang baru, Operator server resmi harus memastikan bahwa implementasi name server telah dikonfigurasi dengan benar dalam menanggapi queries dengan ekstensi EDNS paling lambat 31 Januari 2019.

Sesuai dengan rencana yang telah dipublikasikan, vendor perangkat lunak DNS utama akan menghentikan dukungan untuk server yang melanggar/tidak patuh terhadap standar DNS RFC 6891 dan pendahulunya RFC 2671 setelah 1 Februari 2019. Pada praktiknya, server yang tidak menanggapi queries dengan ekstensi EDNS akan berhenti berfungsi setelah 1 Februari 2019, dan domain yang dihosting di server yang melanggar standar baru tersebu takan menjadi tidak dapat diakses.

Dampak yang akan dirasakan oleh pemilik domain, dan pengguna domain yang tidak sesuai dengan standar baru yang diberlakukan adalah pengguna akan mengalami delay waktu akses yang lebih lama ketika mengakses domain terdampak, atau dampak yang lebih buruk adalah domain yang terdampak akan tidak tersedia/ tidak dapat diakses oleh sebagian besar pengguna.

Keputusan pemberlakukan mekanisme DNS baru ini diambil dengan pertimbangan dari rentang waktu Januari 2015 sampai dengan Januari 2019 persentase jumlah server di dunia yang mendukung mekanisme EDNS yang baru semakin meningkat sehingga diambil keputusan pemberlakukan standar baru ini dimulai pada tanggal 1 Februari 2019, atau dikenal dengan DNS Flag Day. Selain itu pemberlakukan standar baru tersebut bertujuan untuk mewujudkan DNS yang handal dan berfungsi dengan baik serta tidak mudah untuk diserang.

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Humas, BSSN

Pemanfaatan Sertifikat Elektronik BSSN oleh Pemerintah Daerah

Jakarta (21/2) – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bontang, Pemerintah Kota Bogor melaksanakan Penandatanganan Kerjasama Teknis (PKS) dalam pemanfaatan Sertifikat Elektronik yang dilaksanakan di Auditorium...

BSSN Berkomitmen Menyelenggarakan Pemerintahan Yang Bersih

Jakarta, 19 Februari 2019 Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih (good governance) di lingkungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan Workshop Pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN). Workshop diselenggarakan di...

BSSN Dukung Command Center Pemerintah Kabupaten Subang

Subang, 14 Februari 2019. Badan Siber dan Sandi Negara dukung Pemkab. Subang dalam pembangunan gedung Command Center dan Aplikasi Lapor Kang yang merupakan layanan partisipasi masyarakat. Peresmian Command Center ini dilakukan oleh Bupati Subang H. Ruhimat dan...

Share This