Jakarta, BSSN.go.id – Sektor transformasi menjadi salah satu program perlindungan siber yang dilakukan BSSN bersama Kemenhub, mengingat banyak insiden siber dalam beberapa tahun terakhir pada dunia transportasi khususnya transportasi udara. Semua hal penerbangan seperti bisnis, operasional, layanan darat, komunikasi navigasi dan surveillance, infrastruktur bandara, manajeman lalu lintas udara dan rantai pasokan kargo udara menggunakan sistem siber.

Dalam rangka itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian resmi melaunching Kemenhub CSIRT di Jakarta (15/6) bersama Sekjen Kemenhub Djoko Sasono.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi eksistensi Tim Tanggap Insiden Siber atau CSIRT Kemenhub, hal ini untuk mendukung sektor perhubungan khususnya transportasi yang merupakan urat nadi perekonomian nasional dan menjadi salah satu sektor infrastruktur informasi vital yang harus dilindungi dari ancaman ruang siber,” ungkap Hinsa.

Lebih lanjut Hinsa mengatakan ”Serangan siber dapat terjadi disetiap sistem, diperlukan sistem keamanan siber yang kuat dengen kerangka identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan dan pemulihan”, tegas Hinsa, saat membuka acara.

Keamanan Siber menjadi isu strategis diberbagai negara, termasuk Indonesia, Hinsa berharap kemenhub berperan aktif dalam meningkatkan keamanan siber. BSSN sedang menyusun pengaturan Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) yang didalamnya memuat managemen krisis siber dan peraturan tentang perlindungan infrastruktur informasi vital.

“Saya berharap Kemenhub CSIRT dapat terus berkolaborasi, bersinergi dan berbagi informasi dengan seluruh stakeholder keamanan siber, terutama dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber sehingga Indonesia dapat memiliki visibilitas yang menyeluruh terhadap aset siber, guna melakukan aksi respons yang lebih cepat sehingga waktu pemulihan terhadap insiden siber menjadi lebih efektif dan efesien.” harap Hinsa.

Selanjutnya Djoko Sasono, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan berharap dukungan dan bantuan BSSN dalam mendukung kinerja Kemenhub menghadapi insiden siber.

“Ekosistem dunia siber begitu luas, tentunya kita tidak mungkn menjadi katak dalam tempurung, harus keluar dari zona integral dan harus menjadi bagian dari pengamanan keamanan siber,” ucap Djoko Sasono.

Perlu menyiapkan standar operasional prosedur dalam pengamanan insiden siber, Pusdikom Kemenhub akan kerjasama dengan CSIRT Nasional yang dibawa BSSN. Djoko menambahkan bahwa CSIRT harus turut berkontribusi terhadap budaya keamanan informasi dalam diri setiap pegawai kemenhub, “Nantinya Kemenhub akan mengadakan sosialisasi terkait keamanan siber dan CSIRT harus mampu membangun dan mengelola dokumentasi yang lengkap dan informatif,” tegas Djoko.

Diakhir sambutannya, Djoko Sasono menegaskan bahwa dengan adanya Launching CSIRT ini tentu saja tidak hanya launching saja, saya berharap ada dukungan dan pendampingan terkait hal-hal keamanan siber.

“Kalau perlu diadakan patroli, BSSN mengecek ke Kemenhub kalau ada celah-celah kerawanan ancaman siber”, pinta Sekjen Djoko.

Acara Launching juga diisi paparan dan diskusi tanya jawab dengan materi penerapan big data, cloud dan teknik pengamanan aset digital oleh Antonius Alfons Tanujaya. (Fad/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...