Jakarta, BSSN.go.id – PPATK Computer Security Incident Response Team (CSIRT) resmi dilaunching oleh Kepala BSSN, Hinsa Siburian bersama Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae dengan nama PPATK-CSIRT secara virtual, pada Jumat (16/7).

Launching yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) Hinsa Siburian; Sekretaris Utama BSSN, Syahrul Mubarak; Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Yoseph Puguh Eko Setiawan; Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Akhmad Toha; Kepala PPATK, Dian Ediana Rae; Sekretaris Utama PPATK, Rinardi; Deputi Bidang Pencegahan PPATK, Muhammad Sigit; Deputi Bidang Pemberantasan PPATK, Ivan Yustiavandana; serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama BSSN dan PPATK.

Dalam sambutannya, Kepala BSSN, Hinsa Siburian, menjelaskan bahwa CSIRT merupakan salah satu bagian dari unsur keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang sedang digalakkan pemerintah. CSIRT memberikan penjaminan kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data dan informasi. Selain itu, pembentukan CSIRT ini telah sejalan dengan penerapan SPBE seperti diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE.

“CSIRT berperan sebagai penyediaan pemulihan dari insiden keamanan siber. Kami berharap agar CSIRT mampu mendukung penerapan SPBE untuk mencapai tujuannya, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Salah satunya pada lingkungan PPATK,” jelasnya.

Menurut Hinsa, dalam menjalankan perannya sebagai salah satu CSIRT Sektor Administrasi Pemerintah, kemampuan SDM PPATK-CSIRT harus terus ditingkatkan sebagai bekal dalam melaksanaan tugas sebagai anggota PPATK-CSIRT. Peningkatan kualitas SDM ini dapat dilakukan melalui program-program pelatihan, workshop, cybersecurity drill serta program lainnya.

“Saya berharap PPATK-CSIRT dapat terus berkolaborasi, bersinergi, dan berbagi informasi dengan seluruh stakeholder keamanan siber terutama dalam melaksanakan tugas penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber sehingga Indonesia memiliki visibilitas yang menyeluruh terhadap aset siber, guna melakukan aksi respons yang lebih cepat sehingga waktu respons dan waktu pemulihan terhadap insiden siber menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Hinsa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa PPATK sangat menyadari begitu beratnya untuk mengantisipasi ancaman serangan siber, namun kami tetap berupaya untuk melakukan antisipasi yang dimulai dengan identifikasi dan pemetaan informasi yang kami miliki dan kuasai kedalam 4 spesifikasi yaitu yang bersifat terbuka, terbatas, rahasia dan sangat rahasia. Dan juga menjalankan proses management resiko secara internal.

“Kami berharap melalui tugas dan fungsi-fungsi yang dijalankan PPATK-CSIRT ini, dapat melengkapi kendali yang telah ditetapkan sebelumnya dan mampu dengan cepat merespon insiden keamanan siber yang terjadi, dan berkoordinasi dengan pihak internal dan eksternal guna menanggulanginya, sehingga dampak negatif yang ditimbulkan yang berpotensi merugikan dapat diantisipasi dan ditekan sekecil mungkin,” kata Dian.

Selain itu, PPATK juga berterima kasih kepada BSSN atas bantuan dan kerjasama yang terlah terjalin selama ini.

“Pada kesempatan ini juga kami ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kepala BSSN, seluruh pejabat dan staf yang telah membantu serta mendukung penuh atas pembentukan PPATK-CSIRT ini. Dan terima kasih pula atas kerjasama yang telah terjalin selama ini,” imbuh Dian.

Dari kolaborasi ini BSSN dan PPATK berharap melalui launching  PPATK-CSIRT akan dapat membangun ruang siber PPATK yang aman dan kondusif sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat di ruang siber. Secara khusus, pembentukan CSIRT ini juga diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. (De/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...