Jakarta, BSSN.go.id – Keamanan siber telah menjadi prioritas di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Hal ini sejalan dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih dan inovasi yang tak terbatas. Untuk mendukung perkembangan tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia menyusun prioritas-prioritas kegiatan yang salah satunya adalah membangun keamanan siber dengan melakukan kemitraan nasional dan internasional.

Dalam rangka kemitraan internasional dimaksud, pada Rabu (8/9) Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia, Hinsa Siburian bersama Duta Besar Urusan Siber dan Teknologi Vital Australia, Tobias Feakin kembali menyepakati pembaruan Penandatanganan Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia terkait Kerja Sama di Bidang Siber yang dilakukan secara daring. Adapun penandatanganan kerja sama ini merupakan pembaruan dari kerja sama sebelumnya yang telah ditandatangani di Bogor pada tanggal 31 Agustus 2018 dan diperpanjang pada tanggal 31 Agustus 2020.

Dalam sambutannya, Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terealisasinya kerja sama di bidang siber dan teknologi siber berkembang ini. Selain itu, melalui penambahan masa pelaksanaan Memorandum Saling Pengertian selama dua tahun ke depan ini, Hinsa berharap akan lebih banyak realisasi kerja sama yang dapat dilakukan sebagai wujud kolaborasi Indonesia dan Australia di bidang keamanan siber.

“Semoga ke depan hubungan kerja sama antara Australia dan Indonesia dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap kemajuan siber bagi kedua negara, sehingga dapat mendorong terwujudnya keamanan nasional di kedua negara, baik di kawasan maupun global,” kata Hinsa.

Sementara itu, Duta Besar Tobias Feakin juga mengatakan MoU yang diperluas dan diperbarui ini terwujud pada waktu yang tepat dalam hubungan bilateral kedua negara yaitu bersamaan dengan rangkaian pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Australia dan Indonesia.

“MoU ini merupakan tonggak sejarah dalam kerja sama bilateral bidang teknologi, dan Australia menyambut baik implementasi MoU ini yang sedang berjalan dan juga terhadap semua kegiatan kerja sama saat ini dan di masa yang akan datang,” ujar Tobias. 

Seperti diketahui, pelaksanaan MoU kerja sama di bidang Siber yang telah ditandatangani pada tahun 2018 ini merupakan bagian dari Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif yang disepakati dalam Kunjungan Kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Canberra pada Februari 2020 yang lalu.

Duta Besar Indonesia untuk Autralia, Y. Kristiarto S. Legowo pun berharap dengan pembaruan MoU ini dapat menjelajah ke lingkup kerja sama yang lebih luas untuk keamanan siber dan teknologi siber yang sedang berkembang.

“Saya yakin bahwa implementasi efektif dari MoU ini di tahun-tahun mendatang juga akan menjadi bagian penting dari upaya kita untuk mendekatkan hubungan baik kedua negara”, ujar Kristiarto.

Penandantanganan Memorandum Saling Pengertian ini juga diikuti oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams, Pejabat Tinggi Pratama Kementerian Luar Negeri, serta Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Badan Siber dan Sandi Negara.

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN