Jakarta, BSSN.go.id – Dalam era transformasi digital, keamanan siber menjadi hal yang sangat penting. Salah satu pendorongnya adalah semakin maraknya unknown threat yang terus berevolusi dan membutuhkan inovasi terus-menerus untuk mendeteksi unknown threat tersebut, termasuk menggunakan analisa kombinasi data log sistem internal dan eksternal. Hal tersebut membuka peluang penggunaan data analytics dan machine learning yang lebih luas dalam keamanan siber.

Transformasi digital juga membawa keterhubungan antara perangkat dan sistem. Di satu sisi keterhubungan tersebut membuka potensi untuk meningkatkan produktivitas, namun di sisi lain menimbulkan risiko serangan siber yang dapat membahayakan seluruh sistem. Keamanan siber harus menjadi bagian integral dari upaya transformasi digital.

Kepala BSSN Hinsa Siburian yang hadir sebagai Keynote Speech dalam kegiatan Training, Workshop and Webinar dengan topik Security Insights in the Data Analytics Era” yang diselenggarankan oleh Master of Information Technology, Swiss German University secara daring, Kamis (22/7) menyatakan pada masa serba digital saat ini informasi merupakan asset penting dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam kehidupan sehari-hari, data dan informasi yang tersedia mungkin sudah cukup digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun lain halnya dalam kepentingan bisnis, jumlah data dan informasi yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan akan sangat besar.

“Kumpulan informasi dalam jumlah besar tersebut disebut Big Data. Big Data identik dengan 4V yakni Volume(Jumlah data yang disimpan), Velocity (Kecepatan analisis aliran/streaming data), Variety (Varietas, bentuk-bentuk beragam dari data) dan Veracity (Kebenaran/Keakuratan suatu data),” kata Hinsa

Hinsa menyebutkan saat ini tantangan terkait Big Data, secara lebih spesifik dalam keamanan siber, adalah Data Analytics, diantaranya: pemisahan data yang tidak memiliki relevansi dengan keamanan siber, upaya menghasilkan nilai dari data yang dimiliki, mempersiapkan data analytic engineer di bidang keamanan siber, beban biaya yang tinggi terkait dengan teknologi yang digunakan serta isu privasi dan keamanan data.

“Dibalik semua tantangan tersebut Data analytics memiliki peluang besar dimanfaatkan, khususnya di bidang keamanan siber, yakni mengetahui dan meningkatkan postur keamanan sebagai mekanisme proaktif dalam menghadapi ancaman keamanan siber serta mendeteksi serangan siber,” imbuh Hinsa.

Hinsa juga menyatakan Big Data yang mampu menampung berbagai macam bentuk data dari berbagai sumber serta mampu melakukan pemrosesan dan analisis data akan menjadi tren di masa yang akan datang.

“Kemanfaatannya tidak hanya terbukti dalam proses pengambilan keputusan saja, melainkan dalam optimalisasi biaya, efisiensi/efektifitas bisnis, pengembangan produk (melalui data kebiasaan dan pola pengguna di internet) dan sebagainya,” ujar Hinsa.

Hinsa berharap bangsa Indonesia dapat mulai belajar, tanggapcdan adaptif dalam pengembangan ekosistem data analytics tersebut.

Webinar tersebut merupakan rangkaian acara seminar dan workshop yang digelar dari tanggal 21-22 Juli 2021 dengan tema “Security Insights in the Data Analytics Era.” Acara diisi oleh pihak pemerintah yakni BSSN, komunitas (Indonesian Honeynet Project) dan industri (Fireeye, Aruba, KPMG, dll).

Hadir juga sebagai Keynote Speech Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, dan sebagai narasumber diantaranya Anping Kwee Pemimpin Rekayasa Sistem Regional FireEye Asia Tenggara, Dicky septiharto Aruba Systems Engineer, Surung Sinamo Country Manager at F5, Hai Siang Senior Sales Engineer NSFOCUS, Fetri Miftach Direktur PT Xynexis International, Christian Natasaputra Partner Sales Manager IBM Security, Agung Darmawan Manajer SE Keysight Technologies, Eugene Teh Regional Product Sales Director Data Privacy & Protection dan Miftahul Jannah Country Sales Manager Indonesia, François Moerman Head of IT Security Consultant at Softscheck, Sutedjo Tjahjadi Managing Director Datacomm Cloud Business. (De/Yud)

Biro Hukum dan Komunikasi Pubklik – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...