Banda Aceh, BSSN.go.id – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara menyampaikan bahwa dinamika perkembangan lingkungan strategis pada sektor keamanan, pertahanan dan siber memberikan pengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan dalam acara Kuliah umum di kampus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada Senin, 7 Oktober 2019. Kegiatan tersebut mengambil tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Cyber security di Era Industri 4.0”.

Menurut Hinsa, Diera revolusi industri 4.0 perkembangan teknologi digital semakin canggih tanpa batasan ruang dan waktu serta dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Teknologi memberikan kemudahan sekaligus menghadirkan ancaman bagi para penggunanya. Revolusi industry 4.0 merupakan industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dan teknologi siber. Perkembangan teknologi digital serta peningkatan konektivitas manusia, perangkat, dan organisasi pada era Revolusi Industri 4.0 terus mendorong munculnya risiko baru di ruang siber. Serangan siber dapat merusak stabilitas geopolitik, mengadu domba rival politik dan ekonomi satu dengan yang lain menggunakan cara baru dan berbahaya. Berbagai inovasi teknologi digital memberikan perubahan yang signifikan bagi negara dalam berbagai sektor. Perubahan tersebut disatu sisi menjadi hal yang positif namun disisi lain menjadi tantangan tersendiri yaitu kejahatan siber, kebocoran data, perang informasi, ancaman terhadap infrastruktur kritis, cyber fraud serta penyalahgunaan teknologi siber. Sasaran dari serangan siber memiliki 2 buah sasaran yaitu fisik dan non fisik. Sasaran fisik berbentuk malware atau sejenisnya yang digunakan untuk mencuri, mengubah maupun merusak perangkat sehingga mampu melumpuhkan fungsi suatu sistem. Sedangkan serangan non fisik yaitu maraknya berita bohong atau hoaks yang dapat memicu gejolak dalam masyarakat. 

 

Pada kesempatan tersebut Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng beserta civitas akademika Unsyiah mengucapkan terima kasih atas kesediaan Kepala BSSN untuk mengisi kuliah umum di kampus kami. “Nostalgia ya pak setelah 37 tahun tidak ke Aceh kini kembali lagi ke Aceh” ujar Prof. Samsul.

Prof Samsul juga menyampaikan bahwa mahasiswa diharap harus hati-hati dalam bermedia sosial, jejak digital tidak akan hilang dan mudah ditemukan di internet. Saat ini betapa masifnya berita-berita atau informasi yang beredar pada media sosial WA grup, twitter, facebook, IG dan lain-lain harus dicek dulu kebenarannya agar tidak menjadi korban hoax. Pikir dan baca dengan teliti serta sumber yang jelas sebelum “enter”.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan diskusi dengan para mahasiswa. Pada kesempatan tersebut salah satu mahasiswa menanyakan terkait hal apa yang sudah dilakukan oleh BSSN dan bagaimana BSSN dalam mengamankan serangan siber. Acara di tutup dengan foto bersama dengan seluruh peserta Kuliah umum. (FN-YH)

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, BSSN

BSSN Raih Maturitas Level III Penerapan SPIP

Jakarta, BSSN.go.id - Setelah melewati sejumlah penilaian dari tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia berhasil mendapatkan capaian maturitas level III dalam penerapan Sistem...

FGD Uji Publik Voluntary Vulnerability Disclosure Program (VVDP)

Jakarta, BSSN.go.id - Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi industri 4.0 memiliki empat pilar fungsional yaitu big data, internet of things, internet of service, dan cyber security. Empat pilat tersebutt saling berkaitan satu sama lain begitu...

Share This