Jakarta (27/03), Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Nasional Pemilu dalam rangka pemantapan penyelenggaraan pemilu serentak tahun  2019 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri pada hari Rabu, 27 Maret 2019 di Jakarta.

Acara dibuka secara resmi oleh menteri dalam negeri, Tjahjo Kumolo dan dihadiri Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, Kepala Staf Umum TNI,  Joni Supriyanto, dan unsur penyelenggara dan pengamanan Pemilu dari KPU, Bawaslu, TNI, Polri, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam paparannya Djoko menyatakan bahwa BSSN siap menjaga keamanan siber selama pemilu berlangsung. Kepala BSSN menyebutkan bahwa potensi ancaman siber selama pemilu 2019 masih cukup tinggi. “Berbagai kasus serangan siber terkait dengan pelaksanaan pemilu pernah terjadi di berbagai negara, seperti serangan siber oleh peretas Cyberkut di Ukraina tahun 2014, yang berhasil menembus website central election commission dan memanipulasi hasil pemilu,” terangnya. Di Indonesia, serangan siber terhadap pelaksanaan pemilu pernah terjadi pada tahun 2004 lalu. Dimana website KPU pernah diubah tampilannya (deface) dan belum lama juga terjadi cloning akun facebook resmi pejabat negara dan kandidat kepala daerah untuk menjatuhkan kandidat tersebut.

Lebih jauh, Djoko menjelaskan, dalam pengamanan ranah siber pemilu tahun 2019 di Tanah Air, BSSN berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas. Selain itu Djoko Setiadi juga menyampaikan, BSSN telah merekomendasikan beberapa hal kepada KPU terkait pengamanan teknologi informasi yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pemilu tahun 2019. Yaitu, dengan melakukan penguatan kapasitas layanan teknologi informasi, audit keamanan dan security testing sistem teknologi informasi, menyusun dan menerapkan risk management serta membentuk tim tanggap insiden keamanan pemilu. Selain itu dapat juga melakukan continuous security monitoring, edukasi kesadaran keamanan informasi, coolaborative work dengan berbagai pihak terkait dan menerapkan tanda tangan elektronik/sertifikat digital.

“BSSN Fokus pada satu tujuan, yaitu membangun ekosistem siber yang aman dan kondusif untuk mendukung pelaksanaan pemilu tahun 2019. Sehingga, diharapkan ancaman dan serangan siber tidak akan pernah dapat mengubah persepsi dunia terhadap wajah demokrasi indonesia. Keamanan siber tidak dapat dicapai kecuali seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu menjalankan peran masing-masing secara koordinatif dan seirama.” tutup Kepala BSSN.

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, BSSN

Partisipasi BSSN Dalam Security Summit World Tour 2019

Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) turut ambil bagian sebagai panelis dalam rangkaian acara Security Summit World Tour 2019 yang diselenggarakan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin) dan Akamai Technologies. Dalam diskusi panel bertajuk Best...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This