Jakarta, BSSN.go.id – Kemajuan teknologi telah mendorong tatanan baru hampir di semua sektor kehidupan, seperti sektor pendidikan, perdagangan, pertanian, transportasi, kesehatan, pemerintahan, industri, termasuk sektor pertahanan dan keamanan. Keberadan negara Republik Indonesia harus bisa menjaga pertahanan dan keamanan penduduknya, sementara ancaman dan serangan keamanan dan pertahanan negara telah terjadi diberbagai sudut, batas laut, udara, darat hingga saat ini sampai kepada serangan-serangan siber.

“Kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data. Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak. Dalam bidang pertahanan keamanan, kita juga harus tanggap dan siap menghadapi perang siber” ujar Kepala BSSN RI, Hinsa Siburian mengutip perkataan Presiden Republik Indonesia saat menjadi salah satu Keynote Speaker dalam acara Webinar Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional dengan tema “Disrupsi Teknologi Pada Industri Pertahanan dan Pengembangan Pertahanan Siber Indonesia yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan Republik Indonesia dan Institusi Teknologi bandung (ITB) melalui daring pada Kamis (18/2).

Hinsa mengatakan bahwa kita semua harus siap dibidang pertahanan dan keamanan khususnya menghadapi perang siber. “Saya rasa ini menjadi sangat penting dan bagi BSSN ini merupakan suatu perintah. Maka untuk itu kita perlu memiliki Strategi Keamanan Siber Nasional”, imbuhnya.

Kemudian Hinsa menjelaskan bahwa serangan siber sendiri telah mengalami evolusi sesuai dengan perkembangan teknologi. Dari yang sifatnya kejahatan individu, sekarang ini menjadi kejahatan terorganisasi bahkan ada yang didukung oleh negara. Dari yang motifnya pribadi sudah berkembang menjadi motif kelompok, motif ideologi bahkan menjadi bagian dari cyber-war.

BSSN mendeteksi telah terjadi serangan siber sebanyak lebih dari 495 juta serangan selama tahun 2020. Jumlah ini hampir dua kali lipat lebih banyak dari jumlah serangan pada tahun 2019. Melihat hal tersebut, BSSN membuat suatu strategi yang diberi nama Strategi Nasional Keamanan Siber Republik Indonesia (SNKS RI).

“SNKS RI ini disusun sebagai acuan bersama seluruh pemangku kepentingan keamanan siber nasional dalam menyusun dan mengembangkan kebijakan keamanan siber di instansi masing-masing. SNKS RI disusun selaras dengan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan ideologi Pancasila sebagai falsafah hidup, kultur strategis, dan dasar kekuatan bangsa”, ungkap Hinsa.

SNKS RI memiliki lima komponen, yaitu: visi, misi, tujuan, landasan pelaksanaan, dan peran pemangku kepentingan dalam rangka menciptakan lingkungan strategis yang menguntungkan guna mempertahankan dan memajukan kepentingan nasional di tingkat global melalui perwujudan keamanan siber nasional.

“Strategi Nasional Keamanan Siber bertujuan untuk mewujudkan keamanan siber nasional dalam rangka mencapai stabilitas keamanan dan meningkatkan perekonomian nasional serta mewujudkan kekuatan dan kapabilitas siber”, ujar Hinsa.

Selain itu SNKS RI juga memiliki tujuh fokus area Strategi Nasional Keamanan Siber yaitu Tata kelola, Manajemen Risiko dalam Keamanan siber nasional, Kesiapsiagaan dan Ketahanan, Infrastruktur Informasi Vital Nasional, Pembangunan Kapabilitas dan Kapasitas, Legislasi dan Regulasi, dan Kerja sama Internasional.

Acara Webinar yang dihadiri sekitar 370 peserta ini terdiri dari 2 sesi seminar dengan 2 pokok bahasan seminar yaitu Industri Pertahanan Cerdas Untuk Keamanan dan Ketahanan bangsa di sesi 1 dan Pertahanan dan Keamanan Siber Untuk Ketahanan Bangsa pada sesi ke-2. Menghadirkan Keynote Speaker lainnya seperti Menteri Riset dan Teknologi, Prof. Bambang; Brodjonegoro; Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, Suharso Monoarfa; Ketua Tim Pelaksana KKIP, J. Suryo Prabowo.

Serta Narasumber antara lain Guru Besar STEI-ITB, Suhono H. Supangkat; Direktur Teknologi & Pengembangan, Ade Bgdja; Direktur Utama PT. Len Industri, Bobby Rasyidin; Dekan FTP Unhan RI, Romie Oktovianus Bura; Ketua Cyber Security ITB, Suhardi; APIC-Smart Safe and Security, Tommy Tamtomo. Dan dimoderatori oleh Kaprodi STEI-ITB, Yudistira Dwi Wardhana. (Dew/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

BSSN Publikasikan Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020

Jakarta, BSSN.go.id - BSSN menerbitkan hasil monitoring berbagai aspek dan parameter keamanan siber nasional tahun anggaran 2020 berjudul Laporan Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020 dalam kegiatan "Webinar Publikasi Hasil Monitoring Keamanan Siber Tahun 2020"...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...

Aplikasi Bantu untuk Penyandang Disabilitas

Internet seharusnya mudah diakses oleh siapa pun, tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Untuk membantu melakukan kegiatan sehari-hari dalam menggunakan perangkat seluler penyandang disabilitas dapat memanfaatkan tiga fitur yang dikembangkan Google, yaitu...