Jakarta, BSSN.go.id – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) Hinsa Siburian dan sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama BSSN RI beserta mahasiswa-mahasiswi Politeknik Siber dan Sandi Negara berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/3).

Selain itu, prosesi tabur bunga juga dilakukan di makam mantan Kepala Lembaga Sandi Negara  dan seorang pengajar Akademi Sandi Negara, serta makam pahlawan revolusi dan sejumlah makam pahlawan nasional.

Di tengah hujan rintik, tabur bunga dilakukan oleh Hinsa beserta pejabat pimpinan tinggi madya BSSN RI dimulai dari makam mantan Kepala Lembaga Sandi Negara sekaligus pendiri persandian nasional, yaitu Mayor Jenderal TNI (purn) dr. Roebiono Kertopati.

 

Di atas makam Bapak Persandian Negara Republik Indonesia, Hinsa tampak berdiri cukup lama sambil menundukan kepala memanjatkan doa untuk sosok yang telah berjasa bagi bangsa dan negara, kemudian diakhiri dengan pemberian hormat.

Sekilas tentang dr. Roebiono Kertopati, adalah seorang dokter di Kementerian Pertahanan RI Bagian B (intelijen). Walau hanya berbekal kursus singkat tentang pengenalan sandi dari Kementerian Luar Negeri Belanda saat itu, namun melalui bacaan serta imajinasi, logika dan intuisi, dia ciptakan sistem sandi sendiri, yang terbukti efektif dan dapat diandalkan untuk mengamankan komunikasi berita di medan peperangan, di dalam perundingan-perundingan antara pemerintah RI dengan Belanda dan PBB, serta pada komunikasi pemberitaan di perbatasan dan di dalam gerilya di daerah maupun di pedalaman.

Seusai itu, Hinsa menyusuri blok pemakaman menuju makam mantan Kepala Lembaga Sandi Negara Kedua, yakni Laksamana Muda TNI (purn) Soebardo.  Hal yang sama juga dilakukan oleh Hinsa, yaitu menundukan kepala memanjatkan doa kemudian berdiri tegak melakukan penghormatan.

Selanjutnya, Hinsa menaburkan bunga ke makam pahlawan persandian nasional sekaligus mantan pengajar di Akademi Sandi Negara yakni Kolonel Inf TNI (purn) Sumarkidjo, lalu makam pahlawan revolusi kemudian sejumlah pahlawan nasional, diantaranya makam Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani dan Letnan Jenderal TNI (purn) T.B. Simatupang.

Sementara, diwaktu yang sama para pejabat pimpinan tinggi pratama BSSN RI lainnya juga menaburkan bunga ke sejumlah makam pahlawan nasional yang berada di beberapa blok Taman Makam Pahlawan.

Rangkaian kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-75 BSSN yang jatuh setiap tanggal 4 April, serta juga untuk mengenang jasa para pahlawan sehingga kita semua bisa memetik jiwa juang daripada pahlawan-pahlawan yang telah mendahului gugur untuk bangsa dan negara. (Rim/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

NGOPI RB: SPBE Series#3 Diskusi Peran BSSN dalam SPBE

Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar lanjutan NGOPI RB Series, dimanapada Series ke-3 ini, para narasumber dan peserta banyak berdiskusi terkait strategi BSSN dalam menjalankan amanah SPBE. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BSSN Sawangan,...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...