Jakarta (29/6). Untuk ketiga kalinya, serangkaian pelatihan online kembali digelar oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Huawei pada hari ini Senin, 29 Juni 2020. Pelatihan yang bertujuan untuk refreshmentmateri tentang keamanan siber bagi pegawai BSSN ini sebelumnya juga pernah dilaksanakan pada tanggal 22 April dan 15 Juni 2020 yang lalu. Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN Anton Setiyawan membuka pelatihan online yang diikuti oleh 151 pegawai BSSN.

Dalam sambutan pembukanya Anton Setiyawan mengapresiasi langkah Huawei yang kembali memberikan dukungan sehingga pelatihan yang sudah memasuki sesi ketiga ini dapat kembali terlaksana.

“Tema pelatihan pada hari ini saya pikir sangat menarik mengenai network security, terima kasih kepada pihak Huawei yang mendukung terselenggaranya training ini,” ujar Anton

Ia juga berharap kepada para peserta pelatihan untuk terus semangat dalam mengikuti dan memanfaatkan materi pelatihan ini untuk menunjang tugas di BSSN.

“Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan pelatihan ini, ilmu yang nanti didapatkan dari Pak Andreas dan teman-teman Huawei bisa menunjang pelaksanaan tugas dari BSSN. Terima kasih kepada teman-teman yang masih semangat dan masih komitmen untuk meningkatkan kapasitas diri semoga berguna bagi kita, bagi bangsa dan negara,” tutup Anton.

Andreas Gehrmann dari Huawei Global Training Center sebagai instruktur menyampaikan materi pelatihan digelar dalam dua sesi yang dipandu oleh Adhi Sutrisna dari Huawei sebagai moderator. Diawali dengan pre-test, sesi pertama dengen materi cryptography dimulai pada pukul 09.30 sampai dengan pukul 12.00 WIB. Sesi kedua dengan materi web security defense overview yang berlangsung selama empat jam lima belas menit ini dimulai pada pukul 12.45 sampai dengan pukul 17.00 WIB, diakhiri dengan sesi tanya jawab dan post-test.

Pada akhir pelatihan, hadir Deputi Bidang Pemantauan dan Pengendalian BSSN Mayjen TNI (Mar) Suharyanto menyampaikan sambutan penutupan dan mengumumkan peserta terbaik. Dalam sambutannya Suharyanto mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada Huawei atas dukungannya dalam pelaksanaan pelatihan yang merupakan tindak lanjut dari salah satu kesepakatan dalam kerja sama yang sudah terjalin antara BSSN dan Huawei, khususnya dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang keamanan siber.

 

“Sebagaimana kita ketahui Huawei telah menyelenggarakan tiga kegiatan pelatihan untuk pegawai BSSN selama bulan Juni ini yang terdiri dari security information and security overview, network security basis dan ditutup dengan web security protection yang telah dilaksanakan pada hari ini,” ungkap Suharyanto.

Suharyanto juga menyebutkan bahwa BSSN telah berkomitmen untuk mewujudkan salah satu misi pemerintah yang diusung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020–2024 yaitu peningkatan kualitas manusia Indonesia yang diwujudkan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Untuk mewujudkan misi itu BSSN berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di ranah siber dalam bentuk kegiatan pengembangan kompetensi baik dalam bentuk pelatihan ataupun training maupun kegiatan pengembangan. Saya berharap SDM siber ini dapat menjadi aset bagi negara atau yang lebih dikenal dengan human capital,” tutup Suharyanto.

Sejumlah perwakilan dari Huawei juga turut hadir dalam pelatihan online tersebut, yakni Qijian Ken sebagai Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia, Yenty Joman selaku Director Of Government Affairs and Communication Department dan Dani K. Ristandi selaku Direktur Human ResourcesHuawei Indonesia.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...