Jakarta, BSSN.go.id – Menghadapi serangan siber yang berada di ruang siber, negara hadir melalui BSSN yang berperan aktif dalam upaya meningkatkan keamanan siber di Indonesia. Salah satunya dengan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Pembentukan CSIRT telah sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE disebutkan bahwa sebagai unsur keamanan SPBE yaitu penjaminan keutuhan dan ketersediaan data dan informasi.

Dalam rangka itulah, bertempat di Ballroom Hotel Aston Simatupang Jakarta Selatan dilaksanakan Launching Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan nama LIPI-CSIRT. Launching ini dihadiri secara virtual oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc dan dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara Mayjen TNI Yoseph Puguh Eko Setiawan, S.E., S.H., M.H., Plh. Kepala LIPI Dr. Eng. Agus Haryono, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya serta Pratama BSSN dan LIPI pada Senin (28/6).

Dalam sambutannya melalu virtual Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan bahwa, serangan siber yang bersifat sosial membahayakan persatuan Indonesia yang ada pada Pancasila sebagai ideologi dan falsafah serta sebagai pusat kekuatan bangsa Indonesia (centre of gravity). Kepala BSSN sangat mendukung pembentukan LIPI-CSIRT.

“Saya selaku Kepala Badan Siber dan Sandi Negara sangat mendukung dan mengapresiasi eksistensi Tim Tanggap Insiden Siber atau LIPI-CSIRT,” kata Hinsa.

Dalam sambutannya, Plh. Kepala LIPI Agus Haryono mengungkapkan bahwa, kerja sama antara LIPI dengan BSSN ini adalah dalam rangka penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah serta membangun kapasitas sumber daya penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber di lingkungan LIPI. Tim LIPI-CSIRT dapat melakukan layanan reaktif dan proaktif seperti early warning, response dan recovery, serta menjaga kerentanan (vulnerabilities) dari sebuah sistem. Tim juga harus mampu memberikan layanan reaktif bila terjadi insiden baik sebagai artefak maupun forensik, serta layanan security assessment.

“LIPI ditargetkan menjadi salah satu instansi pusat dalam program pembentukan CSIRT sebagai Target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Prioritas Nasional Tahun 2021,” ungkap Agus.

Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan launching LIPI-CSIRT ini dijalankan dengan memenuhi protokol kesehatan secara ketat dimana semua yang hadir terlebih dilakukan tes rapid antigen.

Dari kolaborasi ini BSSN dan LIPI berharap melalui launching LIPI-CSIRT akan dapat membangun ruang siber LIPI yang aman dan kondusif sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat di ruang siber dan mampu mendukung pelaksanaan tugas serta fungsi LIPI. (Ra/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...