Jakarta (12/5). Menindaklanjuti isu data breach beberapa platform e-commerce Indonesia, (Badan Siber dan Sandi Negara) BSSN menggelar pertemuan dengan perwakilan beberapa unicorn, fintech dan startup untuk memitigasi dan mengonsolidasikan langkah perlindungan data. Kepala BSSN, Hinsa Siburian, memimpin dialog keamanan siber sektor ekonomi digital yang digelar menggunakan mekanisme video conference pada 12 Mei 2020 mempertemukan perwakilan Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, Jd[.]id, Kredivo dan Blibli. Kepala BSSN didampingi oleh Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan, Tenaga Ahli BSSN serta Pejabat Struktural pada Sektor Ekonomi Digital BSSN.

Kepala BSSN membuka diskusi dengan membedah tugas dan kewenangan BSSN serta kondisi terkini keamanan ruang siber. Hinsa Siburian menyebut kini setidaknya BSSN memantau perkembangan keamanan siber satu Decacorn, empat Unicorn, 227 Fintech dan 2218 Startup yang merupakan kekuatan sektor ekonomi digital Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hinsa Siburian juga menjelaskan bahwa perhatian BSSN pada kejadian data breach tersebut merupakan salah satu bentuk kewenangan BSSN sebagai koordinator keamanan siber di Indonesia sekaligus sebagai perwujudan kehadiran negara dalam mengkoordinasikan langkah mitigasi dan pentingnya investigasi pengungkapan jaringan kejahatan data breach yang menimpa beberapa platform e-commerce Indonesia tersebut.

Hinsa Siburian menambahkan BSSN akan membantu penyusunan standar keamanan dan pembentukan serta implementasi tata kelola keamanan siber ekonomi digital namun demikian Hinsa Siburian juga menekankan bahwa BSSN membutuhkan kerjasama dan keterbukaan dari seluruh pelaku ekonomi digital sehingga dapat timbul kesepahaman dan kepercayaan.

Selanjutnya Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN memaparkan upaya perlindungan ekosistem ekonomi digital Indonesia yang sudah dilakukan oleh BSSN. Yoseph Puguh Eko Setiawan menjelaskan berbagai regulasi terkait ekonomi digital Indonesia.

Selanjutnya, untuk mempermudah mencapai kesepahaman antara BSSN dengan para pelaku ekonomi digital tersebut, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN menjelaskan tentang perbedaan sudut pandang perlindungan data menurut negara dengan penyelenggara platform e-commerce sebagai pelaku ekonomi. Anton Setiyawan menyebutkan perlindungan data pelaku e-commerce sedikit banyak pasti berorientasi kepada pelanggan, sedangkan perlindungan data menurut kaca mata BSSN adalah kepada seluruh warga negara Indonesia.

Anton Setiyawan menambahkan, ada atau tidaknya insiden keamanan siber dan diminta ataupun tidak, BSSN selalu melakukan berbagai upaya perlindungan data warga negara. Di sisi lainnya, BSSN juga melindungi pelaku industri ekonomi digital khususnya terkait keamanan informasinya. Anton Setiyawan menyebut, sebaiknya kolaborasi antara BSSN dengan pelaku ekonomi digital tidak hanya dilakukan pada saat terjadi serangan/insiden siber namun harus dalam bentuk yang berkelanjutan, mulai dari deteksi, proteksi, mitigasi serta penanggulan dan pemulihan insiden siber. Diskusi kemudian dilanjutkan membicarakan tentang perkembangan bisnis sektor e-commerce pada masa pandemi Covid-19.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat –  BSSN

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan