Depok, BSSN.go.id – Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta melakukan kunjungan studi di BSSN pada hari Selasa, 17 Desember 2019. Rombongan berjumlah 51 orang dengan didampingi Kepala Program Studi Fakultas Ilmu Komputer, Program studi teknik komputer Melwil Safrizal, S.Kom., M.Eng. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Subbagian Layanan Masyarakat dan Informasi Publik James Leonardo di Ruang Meeting Lantai 7 Gedung Utama BSSN. Dalam sambutannya James mengucapkan selamat datang kepada rombongan Mahasiswa AMIKOM di kantor BSSN dan menyampaikan salam hangat dari pimpinan BSSN kepada seluruh peserta. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang baik dan semoga para mahasiswa dapat memanfaatkan momen ini untuk menggali informasi dari narasumber. Pada kesempatan tersebut Melwin selaku pimpinan rombongan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BSSN atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Harapannya kunjungan ini dapat memberikan wawasan kepada peserta untuk menggali lebih dalam tentang dunia siber. Sebelumnya kami juga melakukan kunjungan ke perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang keamanan informasi, kujungan ke BSSN untuk mengetahui lebih jauh tentang keamanan siber yang dilakukan oleh instansi pemerintah.

Bertindak sebagai narasumber Anggrahito, Sandiman Muda pada Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi. Dalam paparannya Anggrahito menjelaskan tentang betapa pentingnya keamanan siber yang saat ini mencakup segala aspek. Perkembangan TI saat ini sangat pesat yang memberikan dampak positif terhadap kehidupan manusia namun disisi lain juga memberikan dampak negatif. Dampak positif antara lain kemudahan akses informasi, internet lancar, menjamurnya pengguna medsos, dampak negatif antara lain serangan siber semakin meningkat melalui malware, phising, DDos Attack dan lain sebagainya. Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerintah memiliki perhatian tinggi terhadap pengembangan internet dan sistem keamanan informasi. Serangan siber secara langsung akan berpengaruh pada bisnis berbasis online, hal ini berkaitan dengan citra perusahaan. Kedepan pemerintah akan menggunakan berbagai aplikasi untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat namun hal ini juga akan berpengaruh terhadap serangan siber.

Selepas paparan dilakukan diskusi dan tanya jawab langsung kepada narasumber. Salah satu mahasiswa menanyakan bagaimana cara BSSN membaca atau mengetahui steganografi. “Cara ini merupakan cara yang sulit untuk dianalisis diperlukan olah data forensik untuk menganalisis hal tersebut” ujar Anggrahito.

BSSN berharap dengan kunjungan semacam ini bisa menjadi agen untuk mengamankan informasi ataupun pengamanan data dari bahaya yang mungkin ditimbulkan sekaligus sebagai literasi kepada anggota masyarakat. (FN)

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, BSSN

Share This