Depok, BSSN.go.id – Pengelolaan dunia pendidikan yang kini sudah melibatkan platform online memerlukan pengetahuan untuk mengelola risiko dan ancaman siber. Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Yoseph Puguh Eko Setiawan, saat membuka kegiatan Asistensi Pembentukan Tim Respon Insiden Keamanan Komputer atau CSIRT Sektor Akademik yang gelar secara virtual pada hari Selasa (29/9/2020).

“Asistensi pembentukan CSIRT ini sejalan dengan program prioritas Presiden Joko Widodo yaitu pembangunan sumber daya manusia  khususnya bidang keamanan siber.” ujar Yoseph.

 

“Di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan, pandemi Covid-19 membawa peningkatan pemanfaaatan interkoneksi jaringan dan perangkat di ruang siber, terutama penggunaan infrastruktur cloud untuk mendukung paperless office, remote working and learning dan berbagai transaksi/aktifitas online lain terkait belajar mengajar. Terkait dengan hal tersebut diperlukan mekanisme yang tepat untuk bisa merespon insiden siber.” ungkap Yoseph.

“BSSN mendeteksi 149.783.617 serangan pada periode semester satu tahun 2020. Jumlah tersebut mencapai lima kali lipat dibandingkan dengan periode semester 1 pada tahun 2019. Menyikapi hal tersebut, BSSN membentuk tim pelaksana keamanan siber. CSIRT merupakan organisasi yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan serta insiden keamanan siber,” lanjut Yoseph.

 

“Sebagaimana CSIRT yang berada di sektor pemerintah, Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional dan ekonomi digital, CSIRT Akademik merupakan CSIRT sektoral yang berkoodinasi dengan Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) BSSN sebagai CSIRT Nasional.”

“Keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama, saya mengajak hadirin semua untuk berkolaborasi, bersinergi dan berbagi informasi terutama dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber. Visibilitas yang menyeluruh terhadap aset siber akan mempengaruhi kecepatan aksi respons dan waktu pemulihan,” tutup Yoseph.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Ekonomi Digital BSSN, Hasto Prastowo, turut memberikan paparan mengenai CSIRT.

“Selain tidak dipungut biaya keanggotaan dan terintergrasi dengan Pusopskamsinas BSSN, CSIRT Sektor Akademik juga dapat menikmati berbagai keuntungan lain, diantaranya menjadi peserta prioritas dalam kegiatan capacity building, cyber security drill, training dan workshop keamanan siber yang diselenggarakan oleh BSSN serta memperoleh informasi laporan tahunan insiden keamanan siber Indonesia,” ungkap Hasto.

Kegiatan asistensi CSIRT Akademik tersebut juga diikuti oleh Ketua ACAD CSIRT IGN Mantra, Ketua EDU CSIRT Kemendikbud M. Hasan Chabibie dan para pengelola IT universitas wilayah Jabodetabek.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Imbauan Keamanan Kerentanan Port Thunderbolt

Thunderbolt digadang-gadang sebagai teknologi port berperforma tinggi yang mampu menjembatani pemindahan data dengan ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relatif lebih singkat. Thunderbolt juga mampu menghubungkan beberapa perangkat sekaligus dengan ukuran daya...

Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara Tahun 2018 – 2019

Perubahan paradigma menuju tata kelola pemerintahan yang baik telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja bagi penyelenggara negara, sebagai instrumen utama pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan. Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah...