Jakarta, BSSN.go.id – Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia menggelar sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai upaya untuk melindungi karya mandiri yang telah dihasilkan BSSN. Pelaksanaan kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Utama BSSN, Syahrul Mubarak, di Hotel Grandkemang, Jakarta Selatan, Senin (7/10).

Dalam sambutannya pada Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual itu, Syahrul mengatakan keberadaan paten pada produk karya mandiri BSSN khususnya BSrE diharapkan dapat menjadi sarana dalam penyediaan layanan yang lebih profesional demi meningkatkan kepercayaan stakeholder dan masyarakat sebagai pengguna layanan. Selain itu adanya paten juga diharapkan mampu memacu munculnya inovasi baru demi terwujudnya pelayanan keamanan yang optimal.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan urgensi terkait kekayaan intelektual karya mandiri yang telah BSrE hasilkan untuk didaftarkan pada Direktrorat Jenderal Kekayaan Intelektual sehingga dapat melindungi karya mandiri BSSN,” ujar Syahrul.

Adapun Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) memiliki beberapa modul yang digunakan dalam transaksi elektronik, baik berupa sistem informasi maupun produk aplikasi. Produk BSrE tersebut telah digunakan oleh beberapa stakeholder di berbagai sektor, baik pemerintah, infrastruktur kritis, dan ekonomi digital.

“Untuk itu perlu dilakukan upaya perlindungan untuk menjamin kekayaan intelektual produk BSrE agar tidak disalahgunakan,” jelas Syahrul, lagi.

 

Sementara itu, Kepala Balai Sertifikasi (BSrE) BSSN Rinaldy mengatakan pada era digital ini, melindungi sebuah merek dan inovasi merupakan hal yang penting. Paten merupakan simbol pembeda antar produk agar tidak disalahgunakan ataupun diambil alih oleh pihak lain. Serta, paten mampu meyakinkan konsumen bahwa produk memiliki kualitas (brand) yang baik. “Karena itu HKI memiliki peran penting agar produk karya mandiri BSrE tidak dibajak oleh pihak lain,” jelasnya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Deputi II Bidang Proteksi Akhmad Toha, beserta Pejabat Tinggi Pratama BSSN dan undangan.

Dalam kegiatan itu para undangan mendapatkan materi dari narasumber Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yoga Prihastomo. (RM-YH)

Bagian Komunikasi Publik

Biro Hukum dan Humas, BSSN

BSSN Raih Maturitas Level III Penerapan SPIP

Jakarta, BSSN.go.id - Setelah melewati sejumlah penilaian dari tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia berhasil mendapatkan capaian maturitas level III dalam penerapan Sistem...

FGD Uji Publik Voluntary Vulnerability Disclosure Program (VVDP)

Jakarta, BSSN.go.id - Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi industri 4.0 memiliki empat pilar fungsional yaitu big data, internet of things, internet of service, dan cyber security. Empat pilat tersebutt saling berkaitan satu sama lain begitu...

Share This