Makassar, BSSN.go.id – Direktorat Pengendalian Informasi, Investigasi, dan Forensik Digital BSSN menyelenggarakan Literasi Media Digital dengan tema “Cerdas dan Bijak dalam Menilai Informasi di Media Digital.” Kegiatan digelar secara daring dan offline dan dihadiri oleh perwakilan siswa SMA 15 dan SMA 1 Makassar dan mahasiswa Universitas Negeri Makassar dan Universitas Hasanuddin di Ballroom Hotel Four Points Sheraton Makassar, Kamis (24/6).
Dalam sambutan Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital BSSN Bondan Widiawan S.Kom., M.Si menyatakan pada era pandemi saat ini, kita dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan new normal. New normal merupakan perubahan perilaku dalam melakukan segala aktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. New normal harus menjadi kesadaran baru dan menjadi gaya hidup.
“Pada mulanya penggunaan internet dan media sosial yang hanya untuk update status atau hanya untuk mengetik dan mengirim tugas namun sekarang internet dan media sosial menjadi alat untuk membuat konten yang menghasilkan uang,” tutur Bondan.
Indonesia tercatat sebagai sepuluh besar negara yang kecanduan media sosial. Indonesia berada di peringkat sembilan dari 47 negara yang dianalisis. Dirangkum We Are Social Hootsuite, waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk mengakses internet per hari rata-rata yaitu 8 jam 52 menit. Berdasarkan aplikasi yang paling banyak digunakan, secara berurutan posisi pertama adalah YouTube, WhatsApp, Instagram, Facebook dan Twitter. Facebook mendominasi tiga teratas dalam daftar lima aplikasi yang paling sering digunakan oleh pengguna berbasis Android di Indonesia.
Bondan kemudian mengutip data hasil riset We Are Social yang dirilis Februari 2021 yang menyatakan orang Indonesia rata-rata menghabiskan 3 jam 14 menit sehari untuk mengakses media sosial. Pada Januari 2021 dari 274,9 juta jiwa total populasi Indonesia 170 juta atau 61,8 persen diantaranya merupakan pengguna aktif media sosial. Angka tersebut meningkat 10 juta atau sekitar 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kegiatan edukasi dan literasi tersebut memberikan literasi media untuk dapat turut serta mengatasi penyebaran konten ilegal maupun hoaks kepada generasi milenial atau digital native generation yang terdiri dari siswa SMA dan mahasiswa. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka wawasan para peserta agar dapat lebih kreatif memanfaatkan media digital.
Narasumber acara tersebut diantaranya Praktisi Literasi Digital dan Dosen Universitas Negeri Makasar Dr. Citra Rosalyn Anwar, S.Sos., M.Si. dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatikas, Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan Amson Padolo, S.Sos., M.Si. (Ra/Yud)
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...