Setelah beberapa waktu yang lalu tren serangan siber adalah berupa perusakan sistem elektronik sehingga ketersediaan layanannya terganggu, kini tren serangan siber muncul dalam bentuk pencurian data pengguna, pelanggan ataupun karyawan. Di era digital ini karena kebutuhan pelaku bisnis mau tidak mau melakukan pengumpulan informasi mengenai identitas pribadi milik klien, baik sebagai partner bisnis, siswa, nasabah, pasien ataupun pelanggan.

Data pengguna tersebut bisa bersifat rahasia atau paling tidak sensitif, seperti misalnya data kredensial perbankan, nomor rekening, data kartu kredit, alamat email, nomor induk kependudukan, alamat, tempat dan tanggal lahir dan sebagainya. Karena fungsinya, data tersebut memiliki nilai yang cukup tinggi, ada sebagian pihak yang rela mengalokasikkan sejumlah uang untuk mendapatkannya untuk kemudian menyalahgunakannya untuk mencari keuntungan yang lebih besar. Hal tersebut menjadikan data breach menjadi insiden yang perlu diwaspadai. Organisasi yang mengelola data pribadi sebagai salah satu prasyarat berjalannya bisnis mereka, baik itu institusi pemerintah maupun perusahaan swasta, harus menyiapkan diri menghadapi insiden tersebut. Menghadapi insiden data breach tidak hanya terbatas pada aksi cepat tanggap setelah insiden terjadi namun juga pada serangkaian persiapan untuk menghadapi insiden tersebut.

Komunikasi dengan berbagai pihak terkait proses aksi cepat tanggap dan mengatur bagaimana organisasi membuat keputusan komunikasi utama, saluran yang digunakan, serta apa yang harus dikatakan dalam pernyataan mengenai insiden sangatlah penting untuk menunjang keberhasilan penanganan penyalahgunaan data. Masih banyak juga berbagai hal penting lain yang harus diketahui oleh penyelenggara platform layanan yang mengelola data pribadi, oleh karena itu Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) dan Id-SIRTII/CC (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menerbikan panduan menghadapi data breach yang dapat diunduh melalui tautan di bawah ini.

Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

NGOPI RB: SPBE Series#3 Diskusi Peran BSSN dalam SPBE

Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar lanjutan NGOPI RB Series, dimanapada Series ke-3 ini, para narasumber dan peserta banyak berdiskusi terkait strategi BSSN dalam menjalankan amanah SPBE. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BSSN Sawangan,...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...