Sukabumi, BSSN.go.id – Pemanfaatan sertifikat elektronik pada Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk tanda tangan elektronik benar-benar telah menjadi Mata Pena “The New Normal” Reformasi Birokrasi di Indonesia. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, birokrasi menjadi alur yang digunakan untuk mengkoordinasikan tugas dan fungsi untuk menghasilkan kebijakan dan keputusan. Akan tetapi, birokrasi terkadang dijadikan sebagai alasan terlambatnya keputusan dalam sebuah kebijakan.

Oleh karena itu, diperlukan metode dan cara yang lebih efektif dan efisien pada proses birokrasi, namun tidak mengurangi faktor akuntabilitas terhadap perubahan dokumen yang terjadi, yaitu dengan menggunakan tanda tangan elektronik pada dokumen atau persuratan dalam pemerintahan.

“Di masa normal baru Covid-19 ini, kemudahan menandatangani dokumen secara elektronik dalam jumlah banyak bisa dengan hanya sekali klik dan dapat dilaksanakan di kediaman masing-masing dengan memanfaatkan tanda tangan elektronik. Hal ini mendorong semua pejabat dan pegawai dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan tetap mematuhi protokol pencegahan COVID-19,” ujar Ferry Indrawan, Koordinator Hukum Badan Siber dan Sandi Negara, dalam sambutannya di acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama terkait Pemanfaatan Sertifikat Elektronik antara Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN RI dengan Pemerintah Kota Sukabumi di Hotel Balcony Sukabumi pada Rabu (26/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019, Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menyelenggarakan sistem elektroniknya secara andal dan bertanggung jawab. Hal ini yang menjadi dasar penandatanganan perjanjian kerja sama antara Balai Sertifikasi Elektronik BSSN RI dengan Pemerintah Kota Sukabumi.

“Untuk menjamin autentikasi, integritas, dan mencegah penyangkalan sebuah informasi atau dokumen elektronik, hal tersebut dapat diwujudkan melalui implementasi sertifikat elektronik, yang dituangkan dalam bentuk tanda tangan elektronik,” lanjut Ferry.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dalam sambutannya mengatakan sertifikat elektronik juga merupakan bagian dari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang telah diterbitkan dalam peraturan daerah. Di dalam penerapan SPBE banyak instrumen dan tahapan yang harus dilakukan salah satunya dengan penerapan tanda tangan digital atau sertifikat elektronik.

“Sertifikat elektronik dapat diimplementasikan dalam pelayanan kependudukan di Disdukcapil. Pelayanan yang tadinya 2 sampai 3 hari, tetapi ketika Disdukcapil menggunakan tanda tangan elektronik maka pelayanan bisa 1 hari, bahkan bisa dalam hitungan jam,” ujar Fahmi.

Fahmi berharap satu tahapan ini menjadi kerangka percepatan layanan publik dan menunjukkan komitmen kota dalam melaksanakan reformasi birokrasi. Dan dengan adanya sertifikat elektronik ini proses pelayanan publik dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tidak terbatas pada hari kerja.

“Mari sama-sama melakukan percepatan layanan publik dan tampil menjadi salah satu pemerintahan yang mendukung suksesnya reformasi birokrasi. Mudah-mudahan dengan kerjasama ini jadi sejarah baru pelayanan publik khususnya cepat, mudah dan murah sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” tutup Fahmi.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Kepala BSrE BSSN RI Rinaldy dengan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang disaksikan oleh Koordinator Hukum BSSN, Wakil Wali Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah dan jajaran pimpinan perangkat daerah pada Pemerintah Kota Sukabumi. Kemudian kegiatan  dilanjutkan dengan tukar cinderamata dan foto bersama. (Im/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...