Semarang (10/10) – Pada tanggal 10 oktober 2018, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaksanakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BSSN dan Bapeten tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Bapeten Safety dan Security Award 2018 (BSSA 2018). Dimana acara tersebut merupakan acara tahunan Bapeten untuk memberikan penghargaan bagi stakeholder mereka yang dinilai baik dalam menerapkan safety dan security dalam pekerjaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat struktural di lingkungan Bapeten dan tamu undangan baik BSSN maupun perwakilan stakeholder Bapeten yang akan menerima award.

Kegiatan dibuka dengan Laporan Panitia dan Sambutan dari Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi yang tinggi pada instansi/swasta yang telah menerapkan standar keamanan kerja yang sesuai, baik dari mekanisme kerja, prosedur, perijinan, maupun peralatan yang digunakan. Beliau menyampaikan, selain pemberian penghargaan, pada acara ini juga akan dilaksanakan peluncuran aplikasi perijinan online dan online submission di lingkungan Bapeten. Aplikasi ini memanfaatkan sertifikat elektronik dan tanda-tangan elektronik dari Balai Sertifikasi Elektronik BSSN. Diharapkan dengan aplikasi ini Bapeten dan stakeholder mendapatkan beberapa manfaat, yaitu: akses yang lebih mudah, mempercepat birokrasi yang ada,dan dapat menjamin keaslian serta keutuhan dokumen yang dikirimkan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada stakeholder Bapeten dan seremonial penandatanganan perjanjian kerja sama antara BSSN dan Bapeten yang menandai peluncuran aplikasi baru milik Bapeten. Dalam Pelaksanaan penandatanganan Kerja Sama BSSN diwakili oleh Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak, sedangkan pihak Bapeten diwakili oleh Sekretaris Utama Bapeten Hendriyanto Hadi Tjahyono dan disaksikan Oleh Kepala dan Pejabat Struktural Bapeten.

Setelah penandatanganan kerjasama, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Subbag TU Balai Sertifikasi Elektronik BSSN Imam Resti. Dalam paparannya, Imam menjelaskan tentang gambaran umum mengenai sertifikat elektronik. Dijelaskan juga mengenai kelebihan dan kemudahan yang didapat jika menggunakan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik jika dibandingkan dengan menggunakan tanda tangan manual. Dalam paparan tersebut juga membahas bagaimana sertifikat dan tanda tangan elektronik hukum. Dijelaskan bahwa sesuai dengan PP PSTE, tandatangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional. Sehingga, tanda tangan elektronik dapat digunakan untuk menandatangani suatu dokumen, dan dokumen tersebut otomatis akan dianggap sah di mata hukum.

-APA-

Biro Hukum dan Humas

Partisipasi BSSN Dalam Security Summit World Tour 2019

Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) turut ambil bagian sebagai panelis dalam rangkaian acara Security Summit World Tour 2019 yang diselenggarakan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin) dan Akamai Technologies. Dalam diskusi panel bertajuk Best...

Kepala BSSN pada acara Tamu Khusus TVOne

Wawancara ekslusif Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dengan TVOne pada acara Tamu Khusus yang ditayangkan pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Berita Terbaru Panduan

Share This