Jakarta, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) resmi meluncurkan Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber atau Computer Security Incident Response Team Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT CSIRT) di Hotel Millennium, Jakarta pada Kamis (3/6).

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Yoseph Puguh Eko Setiawan, dan Kepala BPPT, Hammam Riza.

Dalam sambutannya mewakili Kepala BSSN, Yoseph mengatakan guna pembangunan Sumber Daya Manusia khususnya di bidang keamanan siber, BSSN membentuk CSIRT sebagai salah satu pelaksana keamanan siber dalam rangka pembangunan kekuatan siber Indonesia.

“Pembentukan CSIRT sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE disebutkan bagian unsur keamanan SPBE yaitu penjaminan keutuhan dan ketersediaan data dan informasi, yang dimana CSIRT berperan sebagai penyediaan pemulihan insiden keamanan siber,” ujar Yoseph.

Lebih lanjut, Yoseph menegaskan CSIRT merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber.

“Tim CSIRT dari BPPT termasuk dalam salah satu CSIRT Organisasi yang bertugas untuk meminimalkan dan mengendalikan kerusakan akibat insiden siber, memberikan respons penanggulangan dan pemulihan yang efektif, serta mencegah terjadinya insiden siber di masa mendatang,” ungkap Yoseph.

Yoseph menambahkan SDM yang menjalankan tugas pada BPPT CSIRT diharapkan nantinya akan memiliki kompetensi yang mumpuni dari sisi personal dan teknis.

“Ke depan, untuk peningkatan kompetensi SDM CSIRT, BPPT CSIRT dapat mengikuti melalui program Cyber Security Drill Test, pelatihan dan workshop Keamanan Siber yang diselenggarakan oleh BSSN,” tambahnya.

Diakhir sambutannya, yoseph menyampaikan harapannya kepada Tim BPPT CSIRT, “Saya berharap BPPT CSIRT dapat terus berkolaborasi, bersinergi, dan berbagi informasi dengan seluruh stakeholder keamanan siber, terutama dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber, sehingga Indonesia dapat memiliki visibilitas yang menyeluruh terhadap aset siber, guna melakukan aksi respons yang lebih cepat, sehingga waktu respons dan waktu pemulihan terhadap insiden siber menjadi lebih efektif dan efisien,” tutup Yoseph.

Sementara itu di kesempatan yang sama Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan, seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan teknologi yang disebut dengan teknologi 4.0 itu begitu cepat. menurutya itu terjadi karena perkembangan teknologi tidak linier. Dan revolusi industri 4.0 yang sekarang terjadi ditandai dengan adanya big data, artificial intelligence, internet of thing, dll itu membuat masyarakat terkadang terlena untuk melaksanakan adaptasi terhadap perkembangan tersebut.

“Tapi, di dalam dampak penerapan teknologi 4.0 itu, tentu ada unsur yang sejak lama memang kita harus lakukan yaitu keamanan informasi. Karena kita tahu, bahwa di dalam kita mengoperasikan jaringan, mengoperasikan komputer, atau pengoperasikan keseluruhan aplikasi, pertukaran data, dll, maka kita tidak bisa lengah dan tetap harus selalu waspada,” ujar Hammam.

Kemudian menurut Hammam, pada saat mendalami Computer Cyber Security itu, berfikirlah bahwa Cyber Security tersebut adalah sebuah proses bukan sebuah tujuan.

“Sebuah proses karena kita harus melakukannya secara terus-menerus. Bukan berarti sebuah insfratruktur yang dikunci dengan berbagai peralatan security tidak bisa ditembus, pasti ada cara untuk mematahkan gembok ataupun kunci tersebut. Oleh karenanya kita sebagai sebuah tim itu harus terus memantau perkembangan daripada Cyber Security itu,” tambahnya.

Sebelum menutup sambutannya Hammam menyampaikan terimakasih kepada BSSN yang telah mendukung serta memberikan wawasan dan ilmu terkait CISRT ini. Dan semoga semangat BPPT akan tergambar dalam upaya kita melaunching BPPT CISRT ini yang utuh dan solid dalam sebuah tim dengan didukung SDM yang mumpuni dibidang keamanan informasi, serta dapat melakukan eksekusi insiden respon itu dengan cepat dan tanggap. (Im/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan masyarakat – BSSN

Minimalisir Ancaman Siber BSSN Resmikan SumselProv-CSIRT

Palembang, BSSN.go.id - Menghadapi serangan yang berada di ruang siber, negara hadir melalui BSSN yang berperan aktif dalam upaya meningkatkan keamanan siber di Indonesia. BSSN terus berupaya memperbaiki kinerjanya dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang keamanan...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...